Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Ilustrasi lele/Pixabay
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo kembali memasukkan komoditas lele dalam paket bantuan pangan non tunai (BPNT) dana APBD 2021.
Keputuan itu berdasarkan pertemuan antara beberapa instansi terkait penyaluran BPNT dengan Bupati Kulonprogo, Sutedjo, di ruang kerja bupati, Kompleks Pemkab Kulonprogo, Selasa (2/2/2021). Hasil pertemuan menyepakati lele akan dimasukkan sebagai salah satu komoditas dalam program penyaluran BPNT untuk keluarga penerima manfaat (KPM) di Bumi Menoreh.
"Jadi BPNT kan ada dua sumber yaitu dari APBN dan APBD. Nah kalau yang APBD sudah diputuskan bersama bupati tadi ikannya adalah lele. Kemudian yang APBN ikannya ada tiga jenis yaitu lele, nila, dan gurame," ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo, Sudarna kepada wartawan, seusai pertemuan dengan bupati, Selasa pagi.
Sudarna menjelaskan lele dipilih berdasarkan sejumlah alasan, salah satunya karena komoditas ini sudah banyak dibudidayakan di Kulonprogo. Langkah ini diharapkan bisa mewujudkan konsep bela beli Kulonprogo.
Di samping itu, produksi lele di kabupaten ini juga terbilang melimpah. Rata-rata produksi ikan berkumis itu bisa menyentuh 1 juta ekor per triwulan. Dengan begitu, tak ada kekhawatiran kekurangan pasokan di e-Warong selaku mitra program BPNT.
"Pun demikian dengan komoditas lain seperti nila dan gurame yang masuk dalam BPNT APBN, semuanya diproduksi oleh masyarakat setempat, sehingga proses penyaluran nanti lebih gampang," ujar Sudarna.
Sudarna mengatakan Bupati Kulonprogo akan segera membuat keputusan bupati yang salah satunya mengatur tentang jenis-jenis komoditas ikan yang masuk dalam BPNT termasuk di antaranya lele.
"Nanti secara formal dituangkan dalam keputusan bupati tentang jenis-jenis komoditas dan diikuti sekaligus prosentase kuota di setiap penyuplai," ucapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo Yohanes Irianta mengatakan jumlah KPM program BPNT di Kulonprogo dana APBD pada tahun ini 5.000 kepala keluarga. Para KPM itu dilayani oleh 23 e-Warong.
"Sementara untuk KPM program Bansos Sembako Kemensos sebanyak 46.968 kepala keluarga. Mereka dilayani 123 e-Warong," ujar Irianta.
KPM dari APBD akan menerima beras, telur, ikan, serta gula jawa, sementara KPM dari APBN akan menerima beras, ikan, tahu, tempe, sayur, dan telur. Bahan pangan itu disuplai oleh gabungan kelompok tani dan kelompok wanita tani lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
11 manfaat beras kencur untuk kesehatan, mulai dari menambah nafsu makan, menjaga stamina, hingga membantu tidur lebih nyenyak.
Sekawan Limo 2 Gunung Klawih tembus 212 ribu penonton di hari pertama, catat rekor box office Indonesia 2026.
Ngecas mobil listrik semalaman aman berkat BMS, bahkan lebih baik untuk baterai dibanding fast charging menurut studi Geotab.
Pelatih Malaysia Nafuzi Zain soroti kekuatan Timnas Indonesia di Grup H Kualifikasi Piala Asia U20 2027 yang disebut sangat ketat.