Gelar RKPD, Kapanewon Prambanan Perlu Bebenah

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun saat menghadiri kegiatan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di Balkondes, Tebing Breksi, Selasa (2/2 - 2021)/Ist
03 Februari 2021 04:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kapanewon Prambanan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Selasa (2/2/2021). Acara yang digelar di Balkondes, Tebing Breksi tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun.

Panewu Prambanan, Rasyid Ratnadi Sosiawan menjelaskan agenda RKPD juga membahas penyelesaian persoalan yang terjadi di Kapanewon Prambanan. Mulai pembangunan infrastruktur jembatan, pembangunan jalan kabupaten sampai Candi Barong serta jalan tol Jogja-Solo. "Pada 2020, masyarakat sudah mulai mendapat pelayanan air PDAM. Meskipun belum maksimal, mudah-mudahan dengan dukungan anggaran di awal 2021 ini permasalahan air di Prambanan, terutama di daerah pegunungan dapat teratasi,” ujarnya.

Terkait pariwisata, Rasyid mengatakan obyek wisata Tebing Breksi kondinya semakin maju. Keberadaan destinasi wisata ini juga telah mendorong kalurahan lainnya untuk ikut bergabung mengembangkan destinasi wisata baru. Pengembangan yang terjadi tersebut pada pemberdayaan UMKM, kelompok masyarakat, penggiat wisata dan Pokdarwis lintas kalurahan.

“Mudah-mudahan nanti seluruh kalurahan di Prambanan dapat berkembang dan maju bersama kaitanya dengan destinasi wisata baru,” harapnya.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengapresiasi kegiatan Musrenbang yang tetap menerapkan protokol kesehatan. Menurutnya, Tebing Breksi pernah mendapat penghargaan destinasi wisata terbaru dan terpopuler. Ia berharap penghargaan tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan dengan inovasi yang lain.

"Raihan ini merupakan kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas dari seluruh masyarakat Sleman. Meskipun pandemi ini belum tahu kapan akan berakhir, kita harus tetap bahu membahu untuk memajukan Sleman,” kata Muslimatun.

Dia berharap, segala perencanaan yang didasarkan pada kajian-kajian ilmiah perlu diejawanyahkan dengan kondisi masyarakat. "Kita juga perlu menata hati kita, sebab yang kita musyawarahkan hari ini semata-mata tidak hanya untuk Kapanewon Prambanan namun juga untuk kemajuan masyarakat Sleman," ujar Muslimatun. (*)