Lahar Hujan Belum Mengancam Permukiman Penduduk

Penampakan salah satu sungai di sekitar Gunung Merapi, dalam pemantauan dari udara BPPTKG dan BPBD DIY, Kamis (26/11 - 2020)./Ist Humas Pemda\\r\\n
05 Februari 2021 21:07 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Hujan deras terjadi di wilayah DIY beberapa hari belakangan. Dengan situasi Gunung Merapi yang tengah erupsi, masyarakat diminta waspada potensi bahaya lahar hujan, khususnya bagi permukiman di sekitar sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana, mengatakan dengan melihat sejumlah faktor, hujan lahar belum membahayakan penduduk. “Kalau melihat kubah Lavanya kan sekarang menurun volumenya,” katanya, Jumat (5/2/2021).

Kedua melihat kedalaman sungai di sekitar Gunung Merapi yang masih cukup dalam dan premukiman penduduk yang jauh dari sungai, lahar hujan saat ini hanya mengancam penambang pasir. “Makanya kemudian ada larangan penambangan oleh BPPTKG [Balai Pengembangan dan Penyelidikan Teknologi Kebencanaan Geologi],” katanya.

BACA JUGA: KAI Resmi Buka Layanan GeNose di Empat Stasiun, Ini Daftarnya

Adapun arah potensi lahar hujan ini kata dia, juga mengikuti arah guguran material Gunung Merapi saat ini yang berada di selatan-barat daya. “Karena ada material, arahnya mesti ke kali Boyong, kali Krasak. Potensi terbesar ada di alur sungai itu,” kata dia.

Meski untuk lahar hujan potensinya belum besar, namun potensi sungai meluap masih ada jika di daerah utara DIY terjadi hujan deras. Untuk itu sejumlah antisipasi telah disiapkan sejak sebelum memasuki musim hujan lalu, dengan early warning system (EWS), CCTV dan penyiagaan Desa Tangguh Bencana (Destana).

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, mengkonfirmasi jika saat ini potensi lahar hujan paling besar ada di sungai Boyong dan Krasak. “karena sekarang curah hujan sangat tinggi, potensi terbawanya material lama juga besar yang ada di atas,” ujarnya.

Kondisi saat ini, di hulu sungai Boyong dan Krasak terdapat endapan awan panas sebesar 262.000 meter kubik. Adapun kubah lava saat ini memiliki volume sebesar 117.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 13.000 meter kubik per hari.