Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Penampakan salah satu sungai di sekitar Gunung Merapi, dalam pemantauan dari udara BPPTKG dan BPBD DIY, Kamis (26/11/2020).-Ist Humas Pemda\r\n
Harianjogja.com, JOGJA-Hujan deras terjadi di wilayah DIY beberapa hari belakangan. Dengan situasi Gunung Merapi yang tengah erupsi, masyarakat diminta waspada potensi bahaya lahar hujan, khususnya bagi permukiman di sekitar sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana, mengatakan dengan melihat sejumlah faktor, hujan lahar belum membahayakan penduduk. “Kalau melihat kubah Lavanya kan sekarang menurun volumenya,” katanya, Jumat (5/2/2021).
Kedua melihat kedalaman sungai di sekitar Gunung Merapi yang masih cukup dalam dan premukiman penduduk yang jauh dari sungai, lahar hujan saat ini hanya mengancam penambang pasir. “Makanya kemudian ada larangan penambangan oleh BPPTKG [Balai Pengembangan dan Penyelidikan Teknologi Kebencanaan Geologi],” katanya.
BACA JUGA: KAI Resmi Buka Layanan GeNose di Empat Stasiun, Ini Daftarnya
Adapun arah potensi lahar hujan ini kata dia, juga mengikuti arah guguran material Gunung Merapi saat ini yang berada di selatan-barat daya. “Karena ada material, arahnya mesti ke kali Boyong, kali Krasak. Potensi terbesar ada di alur sungai itu,” kata dia.
Meski untuk lahar hujan potensinya belum besar, namun potensi sungai meluap masih ada jika di daerah utara DIY terjadi hujan deras. Untuk itu sejumlah antisipasi telah disiapkan sejak sebelum memasuki musim hujan lalu, dengan early warning system (EWS), CCTV dan penyiagaan Desa Tangguh Bencana (Destana).
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, mengkonfirmasi jika saat ini potensi lahar hujan paling besar ada di sungai Boyong dan Krasak. “karena sekarang curah hujan sangat tinggi, potensi terbawanya material lama juga besar yang ada di atas,” ujarnya.
Kondisi saat ini, di hulu sungai Boyong dan Krasak terdapat endapan awan panas sebesar 262.000 meter kubik. Adapun kubah lava saat ini memiliki volume sebesar 117.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 13.000 meter kubik per hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Sleman memperkuat budaya literasi melalui perpustakaan. Layanan keliling bahkan menjangkau sekitar 128.000 pengunjung dalam setahun.
Poprida DIY 2026 digelar 14–23 September dengan 544 atlet. Paku Alam X menekankan disiplin, sportivitas, persaudaraan, dan kehormatan.
Pemkab Banyumas menargetkan Trans Banyumas kembali beroperasi 17 September 2026 setelah layanan berhenti sejak 30 Agustus.
JJLS Kelok 23 dibuka, Dispar Bantul akan mengevaluasi dampaknya terhadap kunjungan wisatawan dan masa depan TPR pantai.
KAI Daop 6 Yogyakarta melayani 1,26 juta penumpang KA jarak jauh pada Agustus 2026, naik 19% dibanding periode sama 2025.