Masih Ada 12 % Anak di Bantul Belum Miliki KIA

Ilustrasi. - Freepik
11 Februari 2021 10:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantul mengklaim realisasi Kartu Identitas Anak (KIA) dan akta kelahiran pada 2020 tinggi.

Data di Disdukcapil menyebutkan, realisasi KIA mencapai 87,6 persen. Di mana ada 109.628 KIA dari total jumlah wajib KIA 227.876.

BACA JUGA : Pengurusan Kartu Keluarga & Akta Kelahiran di Kulonprogo

“Sementara untuk akta kelahiran realisasinya mencapai 98,72 persen dari jumlah wajib yakni 241.071,” kata Kepala Disdukcapil Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, Rabu (10/2/2021).

Artinya, lanjut Bambang, pihaknya masih harus bekerja keras agar sisa 2 persen anak yang belum memiliki akta kelahiran bisa teratasi. Sedangkan untuk KIA, masih ada 12,4 persen anak di Bantul belum memiliki kartu identitas.

Selain bekerja keras, Disdukcapil Bantul harus mendorong orang tua untuk mengurus akta kelahiran dan KIA anaknya, sehingga tercatat sebagai penduduk Bantul.

“Karena akta kelahiran merupakan hak anak,” jelas Bambang.

BACA JUGA : Urus Akta Kelahiran di Kota Jogja Dipermudah, Tak Harus

Disdukcapil Bantul sejauh ini, kata Bambang, tetap membuka layanan kepada masyarakat, kendati di tengah pandemi Covid-19 dan penerapan pembatasan.

“Untuk layanan langsung kami batasi 30 orang untuk legislasi. Tapi kan ada layanan daring, di mana, masyarakat bisa mengakses aplikasi Disdukcapil Smart Bantul. Lewat layanan ini tidak ada pembatasan. Silakan mereka mengajukan,” ucap Bambang.