Stadion Sultan Agung Masih Ditutup, Banyak yang Rugi

Stadion Sultan Agung. - Antarafoto
15 Februari 2021 12:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul belum bisa memastikan kapan akan kembali membuka kompleks Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul setelah menutupnya pada awal November lalu.

Sebab, DIY sampai kini masih menerapkan situasi tanggap darurat bencana. "Jadi kami belum bisa pastikan, kapan SSA akan kembali dibuka," kata Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Bantul, Joko Surono, Senin (15/2/2021).

BACA JUGA: Klaster Ibadah di Jangkaran Kulonprogo Meluas, Penderita Covid Bertambah Jadi 57 Orang

Joko mengungkapkan awalnya SSA ditutup hingga pilkada serentak 9 Desember. Namun, penutupan masih dilakukan hingga saat ini. Meski demikian, bukan berarti sejumlah aktivitas olahraga tidak bisa dijalankan di tempat tersebut.

Disdikpora masih memberikan izin terbatas kepada sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2022 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 Papua.

"Karena untuk persiapan Porda DIY dan PON, hanya cabang tertentu yang kami perbolehkan. Itu pun kami batasi dan tetap harus mengedepankan protokol kesehatan," lanjut Joko.

Joko mengatakan penutupan SSA selama 3 bulan terakhir telah berdampak kepada hilangnya sejumlah potensi pendapatan di tempat tersebut. Bahkan, realisasi pendapatan dari pengelolaan SSA terjun bebas hingga separuh pada 2020.

"Kami ditarget dapat Rp250 juta di 2020. Realisasi hanya mampu separuhnya. Begitu juga di 2021, kami pastikan sulit bisa mengejar target yang pendapatan," ucap Joko.

Penutupan SSA juga berdampak kepada sejumlah pedagang yang biasa berjualan pada acara Sunday Morning (Sunmor).

BACA JUGA: Total Rp48,8 M Akan Dibagikan untuk BLT Dana Desa di Sleman

Mereka berharap agar kompleks tersebut kembali dibuka oleh Pemkab Bantul. Alasannya, banyak pedagang yang menggantungkan hidupnya dari berjualan di komplek Stadion Sultan Agung.

Koordinator Lapangan Sunmor Sukardi mengatakan banyak pedagang yang terpukul akibat kebijakan Pemkab Bantul menutup komplek tersebut. Sebab, selama ini banyak pedagang yang menggantungkan hidup dengan berjualan di lokasi tersebut.

“Untuk itu kami berharap Pemkab segera membuka kompleks SSA, dan mengizinkan kami untuk kembali berdagang di kawasan tersebut,” katanya.

Sekda Bantul Helmi Jamharis pada awal November lalu menyatakan Forkompimda Bantul memutuskan menutup sementara kegiatan di komplek SSA menyusul adanya bentrok antarkelompok warga, Minggu (1/11/2021) lalu.

Helmi juga memastikan kelompok tersebut bukanlah antarpendukung paslon di Pilkada 2020, melainkan warga.