Klaster Ibadah di Jangkaran Kulonprogo Meluas, Penderita Covid Bertambah Jadi 57 Orang

Ilustrasi. - Freepik
15 Februari 2021 11:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kasus Covid-19 dari klaster kegiatan ibadah di Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo, bertambah 19. Dengan penambahan ini, total warga yang terkonfirmasi positif dari klaster tersebut sudah mencapai 57 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan 19 kasus baru itu berasal dari kontak erat dari kasus positif sebelumnya. Mereka telah menjalani swab test PCR dengan hasil positif yang keluar pada Minggu (14/2/2021).

BACA JUGA: Kabar Gembira, KRL Jogja-Solo Tambah Jadwal Perjalanan

"Dari 31 kasus baru kemarin [Minggu] di Kulonprogo, sebanyak 22 berasal dari Kapanewon Temon, dan 19 merupakan bagian dari klaster jemaah masjid di Jangkaran," kata Baning kepada awak media, Senin (15/2/2021).

Mayoritas warga yang positif Covid-19 di Jangkaran menjalani isolasi mandiri. Ada lima yang menunjukkan gejala penyakit sehingga harus dirawat di rumah sakit. "Kemarin juga terdapat satu kasus yang meninggal di rumah sakit," terang Baning.

Baning menjelaskan berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi, klaster bermula dari salah satu warga Jangkaran, yang menjenguk orang sakit di Purworejo, Jawa Tengah. Belakangan diketahui orang yang dijenguk itu terkonfirmasi positif Covid-19.

Warga yang menjenguk, mendadak menderita demam. Namun ketika dalam kondisi tak enak badan itu, warga tersebut tetap beraktivitas seperti biasa, termasuk menjadi imam masjid dan ikut dalam kegiatan kemasyarakatan, salah satunya tahlilan.

BACA JUGA: Total Rp48,8 M Akan Dibagikan untuk BLT Dana Desa di Sleman

"Klaster ini masih terus berkembang mengingat kasus positif sudah menulari keluarganya," kata Baning.

Sekretaris Kalurahan Jangkaran Fajar Pudiarna mengatakan gugus tugas tingkat desa telah melakukan upaya penanganan. Petugas dikerahkan menyosialisasikan protokol kesehatan kepada seluruh warga. Desa juga memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat.

Tempat ibadah yang menjadi lokasi penyebaran juga telah ditutup sementara waktu. "Kami juga melakukan sterilisasi baik di tempat ibadah maupun fasilitas umum, bahkan nanti juga ke rumah warga yang saat ini masih terpapar Covid, setelah warga selesai isoman, rumah akan disemprot disinfektan," ujarnya

Satgas desa juga membangun posko untuk penyaluran bantuan pangan terhadap warga yang terkonfirmasi positif dan menjalani karantina mandiri di rumah.