Anak Muda Berbagai Kota Ikuti RPOM di UGM, Diajak Kembangkan Pangan Lokal
Puluhan anak muda berkumpul di UGM dalam Rembug Pangan Orang Muda untuk mendorong inovasi pangan lokal dan kedaulatan pangan nasional.
Fashion show menggunakan baju yang dilelang untuk penyintas Covid-19, Senin (16/2/2021). /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Sedikitnya 15 busana batik dilelang dalam acara The Glowing Batik for Charity pada Senin (15/2/2021). Serangkaian pakaian kelas premium itu merupakan karya desainer asal Bantul Yunet Wahyuningsih. Selanjutnya hasil dari lelang tersebut akan disumbangkan kepada penyintas Covid-19 yang membutuhkan bantuan.
Adapun batik yang dilelang merupakan perpaduan warna yang penuh dengan filosofi di masa pandemi. Yunet mengatakan, ia mengambil warna seperti hijau dan emas dalam konsep busana yang dilaunching lalu dilelang tersebut. “Saya ambil yang dilaunching the Glowing for Charity dengan perpaduan antara hijau dan gold,” katanya.
BACA JUGA : Galang Dana, Kejari Bantul Lelang Lukisan Batik
Ia menjelaskan warna hijau dipakai karena menggambarkan kesejukan, dianggap memiliki makna bahwa dalam menyikapi pandemi ini harus dengan hati yang sejuk dan jangan dengan emosional. Sedangkan warna emas menunjukkan semangat yang harus terus dikobarkan di masa saat ini.
“Walau pun di masa pandemi, hijau itu membawa kesejukan, serta kesegaran, sejuk dalam hati kita dan segar dalam raga kita, menyikapi pandemi dengan hati yang sejuk, jangan sampai melaluinya dengan hati emosional karena keadaan. Gold, keemasan artinya apa pun yang terjadi kita harus tetap semangat cetar, terbakar semangat,” katanya.
Dari sisi bahan pun termasuk pilihan. Model busana yang dilelang dibuat dengan material katun ekslusif dipadu lurik, tenun, payet sehingga tampak sederhana namun elegan. “Lebih glamor elegan atau sederhana tetapi elegan. Terdiri dari gamis dan outer, sangat cocok untuk penampilan ibu-ibu baik tua dan muda,” ujarnya.
BACA JUGA : Nguri-uri Batik Jogja Melalui Grebeg UMKM DIY 2020
Adapun harga idealnya setiap satu desain busana tersebut sebesar Rp2 juta. Yunet memastikan hasil lelang akan disumbangkan untuk masyarakat di Bantul yang terpapar virus corona atau dinyatakan positif dan butuh bantuan pemulihan ekonomi.
“Nanti 75 persen disumbangkan para korban atau orang yang terpapar virus corona, khususnya di Bantul dan 25 persen diberikan ke pondok yatim yang dalam keadaan kesulitan. Karena tahun ini kasusnya di Bantul meledak yang terpapar covid dan banyak di kalangan buruh,” ucapnya.
Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menilai karya yang dilelang tersebut memiliki keunikan melalui konsep busana yang ditawarkan. Desain dengan model yang unik sangat sejalan dengan pengembangan pariwisata DIY. Pihaknya mengapresiasi desainer yang memiliki kepedulian untuk menggelar kegiatan amal untuk membantu penyintas Covid-19.
“Karyanya ini semua unik, eksklusif sehingga ke depan diharapkan bisa menjadi daya tarik dan mendukung pengembangan pariwisata di DIY,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Puluhan anak muda berkumpul di UGM dalam Rembug Pangan Orang Muda untuk mendorong inovasi pangan lokal dan kedaulatan pangan nasional.
Pebalap MotoGP mengeluhkan aspal Sirkuit Sepang yang terkelupas. Serpihan batu bertebaran, grip ban menurun, dan lima kecelakaan terjadi.
AS Roma memburu kemenangan saat bertandang ke markas Udinese pada pekan ke-10 Serie A. Simak kondisi tim, perkiraan susunan pemain, dan prediksi laga.
Marc Marquez mengoleksi 374 poin setelah finis kedua di Sprint MotoGP Malaysia 2026. Ia kini unggul 19 poin atas Jorge Martin.
Survei SNEF menunjukkan 85 persen penggunaan AI dalam fungsi SDM di Singapura masih memerlukan konfirmasi manusia, terutama untuk keputusan penting.
PSIM Jogja mematangkan persiapan selama sepekan jelang melawan Borneo FC. Guntur mewaspadai kedalaman skuad dan keberadaan Reva Adi.