Ini Strategi Pemkab Sleman Tangani Kenaikan Angka Kemiskinan

Ilustrasi kemiskinan. - JIBI
17 Februari 2021 12:27 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sleman, Kunto Riyadi, menjelaskan meningkatnya kemiskinan jelas dipengaruhi oleh kondisi pandemi covid-19, di mana sektor utama masyarakat Sleman berada pada perdagangan dan jasa.

“Anak kuliah tidak segera masuk bikin masyarakat kecil peluang ekonominya ga ada, kos-kosan dan lainnya,” katanya, Selasa (16/2/2021).

Untuk itu Pemkab Sleman mencoba ke depan meningkatkan pendapatan masyarakat dengan stimulan dan berbagai pelatihan. “Kembangkan batik, meski tergantung oerang datang [wisatawan], tahun ini kami terapkan seragam tiga bulan, batik sebulan. Kami harapkan upaya-upaya itu bisa meningkatkan pendapatan masayarakat,” ujarnya.

BACA JUGA : Angka Kemiskinan di Jogja Melonjak Melebihi

Di samping itu pengentasan kemiskinan juga diarahkan pada kegiatan pemerintah baik nasional maupun daerah dengan model padat karya sehingga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja dan memberi pemasukan pada masyarakat.

Terkait penggunaan Dana Keistimewaan (Danais), ia mengatakan kebijakannya ada di Pemda DIY karena sudah pasti plotnya untuk apa saja. “Di Sleman Danais untuk 2021 digunakan untuk pembebasan tanah, atraksi budaya seperti biasanya, kelembagaan,” ungkapnya.

Danais kata dia, sejauh ini belum digunakan untuk pemberdayaan masyarakat. Meski demikian, saat ini sedang dilakukan uji coba di sejumlah desa dengan program Desa Mandiri Budaya. “Jadi di Desa annti bisa langsung untuk pemberdayaan. Uji cobanya sudah di beberapa desa,” katanya.

BACA JUGA : Begini Strategi Pemkot Jogja Kurangi Kemiskinan