Kemiskinan Meningkat, APBD Bantul Fokuskan ke Pemulihan Ekonomi

Ilustrasi APBD. - JIBI
18 Februari 2021 10:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pemkab Bantul memastikan fokus APBD 2022 akan lebih kepada pemulihan ekonomi. Sejumlah kegiatan seperti padat karya akan menjadi andalan demi memulihkan perekonomian di masa pandemi Covid-19.

"Kami memang mengarahkan anggaran di 2022 kesana. Ke pemulihan ekonomi. Sebab, kami akui adanya pandemi telah berpengaruh kepada peningkatan angka kemiskinan [dari 12 persen menjadi 13 persen]," kata Sekda Bantul Helmi Jamharis, Rabu (17/2/2021).

BACA JUGA : Sinergitas Menjadi Kunci Pemulihan Ekonomi

Selain APBD 2022, Pemkab Bantul, lanjut Helmi juga telah meminta kepada 75 pemerintah kalurahan memanfaatkan dana desa yang bersumber dari APBN, sebanyak 30 persen untuk membayar tenaga kerja saat pengerjaan proyek.

"Jadi tidak semuanya dibelikan material. Sebisa mungkin 30 persen untuk membayar tukang. Ini sebagai upaya peningkatan perekonomian warga," ucap Helmi.

Sementara pada 2021, program padat karya di Bantul akan tetap dilanjutkan. Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Bantul Istirul Widilastuti menyatakan padat karya tahun ini akan diterapkan di 163 lokasi berbeda dan dimulai Mei mendatang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 103 lokasi dibiayai oleh APBD Bantul, sedangkan yang dibiayai APBD DIY ada sebanyak 60 lokasi. 

BACA JUGA : Pemulihan Ekonomi, Jogja Mandiri Ekspo Bangkitkan UMKM 

Menurut Istirul, untuk 103 lokasi yang dibiayai oleh APBD Bantul akan mendapatkan kucuran dana senilai Rp100 juta per lokasi. Sedangkan untuk 60 lokasi yang dibiayai oleh APBD DIY akan mendapatkan kucuran dana senilai Rp160 juta.

Di mana, sebagian besar paket padat karya akan sama seperti sebelumnya yakni  pengerjaan jalan cor blok dan talud. “Sebelum proyek dikerjakan, kami akan memulainya dengan tahapan sosialisasi yang akan kami gelar awal Maret nanti,” kata Istirul.

Proyek padat karya di Bantul pada 2020 lalu, kata Istirul telah berjalan dengan baik dan mengedepankan protokol kesehatan. Di mana, ada 171 proyek padat karya, terdiri dari 142 proyek padat karya yang dibiayai oleh APBD Bantul dan 29  proyek memakai APBD DIY.  Adapun rentang waktu pengerjaan proyek dimulai 20 November hingga 11 Desember 2020 dan menyerap tenaga kerja sebanyak 4.446 orang.

“Karena saat ini juga masih di tengah pandemi, maka nantinya pengerjaan proyek juga harus mengedepankan protokol kesehatan,” ucap Istirul.