Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat meninjau dan meresmikan Stadion Mandala Krida Baru, Kamis (10/1/2019)./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X tak mau ambil pusing dengan penggeledahan kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan Badan Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa hari lalu.
Menurut Sultan, penggeledahan yang merupakan bagian penyidikan KPK atas dugaan korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida tahun anggaran 2016-2017 itu memang sudah seharusnya dilakukan agar kasus tersebut bisa segera tuntas.
BACA JUGA: Menjadi Produktif di Ruang Ekonomi Kreatif Pasar Prawirotaman
"Lha itu kan persoalan lama, cepat selesaikan aja, supaya tidak berkepanjangan. Proses hukumnya silakan aja," katanya saat ditemui awak media di Kompleks Kepatihan Jogja, Jumat (19/2/2021).
Sultan juga tak mempersoalkan apabila di kemudian hari ada pejabat di lingkungan Pemda DIY terseret dalam kasus tersebut. Ia mempersilakan pihak-pihak terkait untuk memproses hukum pejabat yang terlibat jika terbukti bersalah.
"Ya ndak papa, kalau memang salah mau apa? Tapi kan proses itu belum sampai di situ, gapapa, kalau memang ada sesuatu yang sifatnya pidana proses aja," ujar Sultan.
Sebelumnya, KPK menggeledah Kantor Disdikpora dan BPO DIY, Rabu (17/2/2021). Penggeledahan ini terkait dengan kasus dugaan rasuah pembangunan Stadion Mandala Krida di DIY tahun anggaran 2016-2017.
BACA JUGA: Sleman Siapkan Aplikasi Pendataan Calon Penerima Vaksin Tahap 2
Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya mengatakan penggeledahan berlangsung mulai pukul 10.30 WIB dan baru selesai sekitar pukul 15.00 WIB. Dalam kurun waktu itu, petugas menyita 32 macam dokumen dari dua ruangan, yakni ruang arsip dan bagian perencanaan Disdikpora DIY. Seluruh dokumen tersebut terkait pembangunan Stadion Mandala Krida.
"Yang diambil ada 32 macam dokumen, mulai dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) sejak 2012-2017, kemudian ada rencana kerja dari tahun yang sama, lalu ada KUA PPAS. Semuanya terkait dokumen penganggaran untuk pembangunan Mandala Krida," kata Didik.
Kepala BPO DI, Eka Heru Prasetya mengatakan pada hari dan jam yang sama, kantornya juga didatangi petugas KPK. Di BPO DIY, petugas menggeledah dua ruangan, salah satunya ruang yang ditempati Eka. Petugas juga menyita sejumlah dokumen terkait proyek pembangunan Stadion Mandala Krida.
"Ada dokumen yang dibawa, seluruhnya terkait proyek pembangunan Mandala Krida," ujar Eka.
BACA JUGA: Relaksasi PPnBM Kendaraan Bermotor, Begini Kata Buruh
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, dalam keterangan pers mengatakan penggeledahan tersebut dilakukan dalam penyidikan dugaan kasus korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida yang menggunakan APBD tahun anggaran 2016-2017.
"Dari penggeledahan di dua tempat berbeda ini kami menemukan berbagai barang bukti berupa dokumen-dokumen yang terkait dengan perkara," ujarnya.
Dokumen ini selanjutnya akan divalidasi dan verifikasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Saat ini dunia pendidikan sedang mengalami perubahan besar di era Artificial Intelligence (AI) atau akal imitasi.
Cek jadwal KA Bandara YIA ke Jogja 26 Mei 2026. Perjalanan cepat 40 menit, solusi bebas macet dari bandara ke kota.
Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai kota pelajar dan destinasi wisata favorit, tetapi kini juga menjadi pusat studi banding keselamatan berkendara
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 26 Mei 2026. Simak jam favorit dan tips agar tak kehabisan tiket.
Cek jadwal SIM keliling Jogja 26 Mei 2026 di Condongcatur. Layanan 08.30–13.00 WIB, syarat lengkap perpanjangan SIM.