Gunungkidul Kini Punya Bawang Putih Varietas Lokal, Ini Jenisnya

Ilustrasi - Freepik
19 Februari 2021 17:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul menerima sertifikat tanda daftar varietas lokal dari Kementerian Pertanian untuk bawang merah Banyubening dan bawang putih Lumbu Putih. Selain memperkaya jenis tanaman lokal, diharapkan sertifikasi ini dapat meningkatkan produktivitas bawang di Bumi Handayani.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, sertifikat tanda daftar varietas lokal diberikan beberapa waktu lalu. Ada dua tanaman yang mendapatakan pengakuan, yakni bawang merah Banyubening Handayani dan bawang putih Lumbu Putih Handayani.

BACA JUGA: Dugaan Korupsi Stadion Mandala Krida: KPK Geledah dua Perusahaan

“Dua varietas ini kami daftarkan sejak 2019 lalu dan sertifikatnya terbit  tahun lalu. Namun untuk penyerahannya baru dilaksanakan awal tahun ini,” kata Bambang kepada wartawan, Jumat (19/2/2021).

Dia mengatakan pemberian sertifikat sebagai bentuk pengakuan adanya varietas lokal di wilayah tertentu. Bambang menilai kedua bawang tidak kalah dengan komoditas unggulan lainnya dan bisa ditanam di daerah dataran rendah.  “Khusus bawang putih biasanya ditanam di dataran tinggi. Tapi, untuk Lumbu Putih bisa dikembangkan di dataran rendah sehingga hal tersebut menjadi keunggulan tersendiri,” katanya.

Bawang varietasi lokal menjadi pemacu untuk  pengembangan budidaya yang lebih masif. “Harapanya Gunungkidul bisa kembali dikenal sebagai sentra penghasil bawang putih. Untuk mencapainya butuh partisipasi dari petani dalam hal budidaya,” ujar mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan ini.

BACA JUGA: Enggan Isolasi, Pasien Covid-19 di Sumbermulyo Malah Berkunjung ke Rumah Tetangga

Bambang mengatakan pengembangan sudah dilakukan sejak lama. Tahun lalu pemkab mendapatkan sertifikasi untuk varietas lokal. “Untuk jenisnya ada Padi Ketan Serang Handayani; Padi Ketan Waler Handayani; Padi Dewi Mayang Handayani, Ubi Kayu Bima Sena,” katanya.

Petani bawang putih di Kalurahan Logandeng, Playen, Sugiman mengaku senang dengan adanya pengakuan terhadap bawang putih asli Gunungkidul. Menurut dia, jenis ini memiliki banyak keunggulan karena selain mudah ditanam, juga memiliki rasa dan aroma yang lebih kuat. “Harapannya bisa semakin dikenal sehingga dapat berdampak terhadap pendapatan petani,” katanya.