Hadapi Potensi Bencana, Kalurahan Tlogoadi Jadi Destana Ke 62

Suasana gladi lapang penanganan angin kencang di Kalurahan Tlogoadi, Mlati, Sleman, Jumat (19/2/2021). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
20 Februari 2021 07:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati dikukuhkan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana), Jumat (19/2/2021). Pengukuhan ini menambah jumlah kalurahan Destana yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman.

Plt. Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten, Joko Supriyanto mengatakan pengukuhan yang diawali dengan gladi lapang penanganan angin kencang tersebut merupakan salah satu upaya untuk melakukan persiapan dalam menghadapi terjadinya bencana alam. "Selain itu pelaksanaan gladi lapang penanggulangan bencana ini juga sebagai Langkah untuk menyamakan persepsi dan mematangkan koordinasi antar instansi terkait penanganan bencana," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, Pemkab tidak akan mampu melakukan mitigasi bencana tanpa dukungan dan peran aktif dari masyarakat, tim relawan dan para pemangku kepentingan lainnya. Pemkab senantiasa berupaya untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan mitigasi bencana. "Melalui gladi ini kita berbagi peran, siapa melakukan apa dan bagaimana caranya," jelas Joko.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sleman, ST. Haenry Dharma Widjaja menjelaskan wilayah Sleman memiliki beberapa ancaman bencana. Bencana tersebut yaitu Erupsi Merapi, gempa bumi, angin kencang, tanah longsor dan banjir. Saat ini di Kabupaten Sleman sudah terdapat 62 Destana.

"Pengukuhan dan gladi lapang ini sebagai wujud kesiapsiagaan warga masyarakat dalam menghadapi bencana serta meningkatkan kapasitas kelembangaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya dan pemeliharaan kearifan lokal dalam pengurangan resiko bencana," jelasnya.