Harga Cabai Rawit di Gunungkidul Naik Lagi, Tembus Rp80.000
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Sejumlah kendaraan melintas di tanjakan Bundelan di Kalurahan Jurangjero, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Tanjakan Bundelan di Kalurahan Jurangjero, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul memiliki tingkat kemiringan yang ekstrem. Akibatnya jalur ini rawan terjadi kecelakaan sehingga ada usulan untuk dilakukan normalisasi.
Di jalan yang menghubungkan antara Ngawen dengan Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah ini sudah sering terjadi kecelakaan yang sampai mengakibatkan korban meninggal dunia. Guna mengurangi risiko kecelakaan, di simpang tiga Ngawen dipasangi spanduk tentang imbauan kendaraan berat atau bus besar dilarang melintas lewat jalur Bundelan.
Hal yang sama juga terlihat dari arah bawah, tepatnya di simpang tiga Tancep ada papar peringatan untuk berhati-hati dan imbauan menggunakan gigi perseneleng rendah saat naik di tanjakan Bundelan.
Baca juga: Hujan Deras, Dinding Talut Setinggi 15 Meter di Piyungan Longsor
Anggota DPRD Gunungkidul, Eko Rustanto mengatakan, jalur di Bundelan sangat ekstrem karena tingkat kemiringannya yang curam. Selain itu, badan jalan juga relatif sempit sehingga membutuhkan normalisasi. “Saya sudah lama usul adanya normalisasi. Salah satunya pengeprasan agar tanjakan tidak ekstrem lagi,” kata Eko, Minggu (21/2/2021).
Menurut dia, dengan kondisi jalur itu sangat rawan kecelakaan. Belum lama ini, sambung Eko, ada truk tronton yang tak kuat menanjak saat akan melintas di tanjakan Bundelan. “Sudah sering terjadi kecelakaan hingga korbannya ada yang meninggal dunia,” ungkapnya.
Kondisi jalan dengan tingkat kemiringan ekstrem ini, semakin berbahaya karena sebagai jalur masuk Gunungkidul dengan jarak tempuh paling cepat. Akibatnya, saat pengendara menggunakan aplikasi online untuk penunjuk arah akan diarahkan lewat jalur ini. “Jelas sangat berbahaya bagi sopir yang tak kenal medannya. Jadi, normalisasi tanjakan sangat mendesak dilakukan,” kata politikus Demokrat ini.
Kepala Seksi Pemeliharaan, Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perumahan (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, pihaknya sudah memiliki rencana untuk melakukan normalisasi di tanjakan Bundelan. Hanya saja, didalam realisasi butuh proses melalui kajian awal hingga penyusunan DED.
Baca juga: Selter Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Bantul Hampir Penuh
“Masih dalam tahap wacana,” katanya.
Meski demikian, Wadiyana melanjutkan, di tahun ini ada program untuk pelebaran di sekitar lokasi sehingga akses bisa lebih leluasa. “Sudah masuk dalam kegiatan yang dibiayai APBD 2021 untuk pelebarannya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Kemenag menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H malam ini. Iduladha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei.
Waspada Wangiri Fraud, modus missed call internasional yang bisa menguras pulsa dan membuat tagihan telepon membengkak.
Jepang, Uzbekistan, China, dan Australia lolos ke semifinal Piala Asia U-17 2026 usai melewati laga dramatis di perempat final
PSIM Jogja menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung malam ini. Tim tamu datang dengan tekanan besar dari ancaman degradasi.
OpenAI mewajibkan pengguna ChatGPT di Mac memperbarui aplikasi sebelum 12 Juni 2026 usai insiden keamanan siber internal.