Advertisement
Sudah Siap, SMKN 1 Jogja Berharap Sekolah Tatap Muka Segera Dimulai
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Jogja menyatakan siap membuka pembelajaran tatap muka sejak 2020 lalu.
SMKN1 Jogja merupakan salah satu sekolah yang sempat membuka pembelajaran tatap muka pada Oktober 2020 setelah mendapat izin dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY.
Advertisement
BACA JUGA: Ratusan Pelayat Antarkan Mendiang Artidjo, Pejuang HAM yang Meninggalkan Warisan Luhur
Namun karena ada pembatasan, sekolah tatap muka ditiadakan lagi dan akhirnya menggunakan daring. “Waktu tatap muka berjalan lancar. Tidak terjadi sesuatu yang dikhawatirkan," kata Kepala SMKN 1 Jogja, Elyas, Senin (1/3).
Elyas memastikan semua sarana dan prasarana penunjang pembelajaran tatap muka di tengah pandemi suda siap dan sesuai protokol kesehatan mulai dari alat pemeriksaan suhu, tempat cuci tangan yang ada di tiap sudut sekolah, ruang yang memadai untuk menjaga jarak dan selalu disemprot secara berkala. Bahkan sekolah sudah mengatur jalur masuk ke halaman sekolah dan jalur keluar sehingga tidak berpapasan antarsiswa.
Menurut Elyas awalnya sekolah akan dibuka tatap muka Januari lalu sebagai percontohan, tetapi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menunda rencana tersebut. PPKM sampai saat ini masih berlaku hingga 8 Maret mendatang. Selain PPKM juga adanya Keputusan Wali Kota Jogja terkait tanggap darurat Covid-19 sampai 31 Maret mendatang.
"Kami ini sebenarnya tinggal menunggu peluit saja. Ketika diminta buka tatap muka sekarang pun bisa," ujar Elyas.
BACA JUGA: Kepala Humas PM Jepang Mundur karena Ditraktir Makan
Dia justru berharap pembelajaran tatap muka segera dibuka sesuai keinginan orang tua siswa.
Menurutnya, pembelajaran tatap muka tidak sekedar transformasi ilmu tetapi juga tentang pendidikan karakter dan membangun jiwa kebersamaan. "Guru itu kan bukan hanya mengajar tapi juga mendidik [agar siswa berkelakuan baik]," kata dia.
Elyas mengatakan saat ini meskipun siswa belajar daring, untuk guru tetap masuk tiap hari dengan pembagian 50% di sekolah dan 50% kerja dari rumah secara bergantian.
SMKN 1 Jogja memiliki 600 siswa yang terbagi dalam tiga jurusan, yakni Bisnis Daring dan Pemasaran, Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP), serta Akutansi dan Keuangan Lembaga (AKL).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tiga Kapal Asing Ditangkap di Selat Malaka Rugikan Negara Miliaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Terjun ke Ceruk Enam Meter di Kalasan Sleman Saat Hujan
- Terjadi Lagi Keracunan Makanan di Sekolah Bantul, Korban 80 Siswa
- Top Ten News Harianjogja.com, Rabu 15 April 2026, Penerapan WFH
- Hujan Lebat Picu Longsor di Sleman, Talud Ambrol di Sejumlah Wilayah
- Kasus Keracunan MBG, BGN DIY Minta Evaluasi Total SOP
Advertisement
Advertisement








