Sudah 17 Pegawai BKAD Bantul Positif Corona

Ilustrasi - Freepik
01 Maret 2021 12:47 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja,com, BANTUL—Pelayanan pajak di kantor Badan Kekayaan dan Aset Daerah (BKAD) Bantul yang sempat ditutup sementara, Senin (1/3/2021) sudah kembali dibuka.

Meski demikian, testing dan tracing terhadap petugas BKAD Bantul terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul menyusul empat petugasnya positif terpapar Covid-19.

BACA JUGA: Pengendara Moge yang Terobos VVIP Istana Kepresidenan Minta Maaf

"Sudah kembali buka. Kami sudah menggelar tes swab kepada 152 pegawai BKAD, pekan lalu. Hasilnya hingga hari ini total sudah ada  17 yang positif Covid-19. Mereka saat ini menjalani isolasi di selter milik Pemkab Bantul," kata Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa, Senin (1/3).

Menurut Oki, panggilan akrab Sri Wahyu Joko Santosa, dari 17 pegawai BKAD yang positif Covid-19, ada empat pegawai dengan gejala. Sisanya adalah pasien tidak bergejala.

"Untuk sementara memang ada 17 yang positif. Namun jumlah itu kemungkinan bertambah, karena hari ini ada beberapa hasil tes swab yang akan keluar," kata Oki.

Selain menemukan 17 pegawai BKAD Bantul positif Covid-19, gugus tugas menemukan satu pegawai Humas dan Protokol Pemkab Bantul positif Covid. Pegawai tersebut kini menjalani isolasi dan Dinkes Bantul telah melakukan tracing terhadap 5 orang yang sempat berkontak erat.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Melayat Mendiang Artidjo Alkostar di UII Jogja

"Ada lima yang telah kami tracing. Semua kontak erat," ucap Oki.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Budiraharja mengungkapkan Pemkab Bantul bekerja sama dengan BBTKLPP Jogja untuk mendapatkan hasil tracing klaster BKAD. Selain itu, dengan menggunakan mobil laboratorium bergerak survailance milik BBTKLPP, maka proses tracing dan testing bisa dilakukan dengan waktu singkat.

"Dengan mobil dari BBTKLPP bisa mencapai 100 spesimen sekali periksa, sementara jika menggunakan mobil PCR kira hanya mampu 50. Rencananya, pelibatan BBTKLPP tidak hanya untuk kali ini saja, tapi untuk kasus penularan besar lainnya," ujar Agus.