Pria di Kalibawang Tewas Gantung Diri

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
02 Maret 2021 12:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Seorang pria ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tergantung pada kayu blandar setinggi lebih kurang 2,7 meter dengan seutas tali kendur yang melilit di lehernya. Kejadian tersebut terjadi di sebuah rumah yang berada di wilayah Padukuhan Ngentak, Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo.

Kasubag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan identitas pria yang ditemukan sudah tak bernyawa dengan menggantungkan dirinya di sebuah kayu blandar tersebut bernama Pardiyono, 35, warga Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo.

"Kejadian diduga gantung diri terjadi pada Kamis [25/2/2021] sekitar pukul 05.00 WIB pagi. Saat ditemukan, korban mengenakan kaus warna putih dan celana pendek warna krem. Korban ditemukan dalam keadaan tergantung pada kayu blandar rumah belakang setinggi lebih kurang 2,7 meter," ujar Iptu I Nengah Jeffry saat dikonfirmasi pada Selasa (2/3/2021).

Awal mula penemuan korban bermula saat seorang saksi bernama Jemiyem, 65, warga Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo, terbangun sekitar pukul 05.00 WIB pagi. Kemudian, Jemiyem hendak menuju ke rumah belakang.

Baca juga: Bantul Ajukan 15.300 Guru dan Tendik untuk Dapat Vaksinasi

"Sesampainya Jemiyem di rumah belakang, ia melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di kayu blandar rumah setinggi lebih kurang 2,7 meter dengan seutas tali kenur (plastik). Di sebelah korban terdapat tangga bambu dalam keadaan tersandar persis di sebelah korban," kata Jeffry.

Jemiyem langsung mengabarkan kejadian tragis tersebut kepada tetangganya yang bernama Lasiyem, 43, warga Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo. Selanjutnya, keduanya memberitahukan kejadian tersebut kepada pelapor.

"Oleh pelapor akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke jajaran Polsek Kalibawang untuk segera dilakukan penyelidikan. Berdasarkan catatan dari kepolisian, tidak ada tanda-tanda kekerasan yang menimpa korban," sambung Jeffry.

Berdasarkan pemeriksaan sementara polisi, korban mempunyai riwayat gangguan jiwa atau depresi. Korban juga menjalani rawat jalan serta mengkonsumsi pengobatan rutin dari puskesmas. Namun, sudah beberapa bulan korban tidak mengkonsumsi obat dan tidak pula memeriksakan diri.

Baca juga: Digrebek Istri saat di Kamar dengan Wanita Lain, Pria Kulonprogo Ini Mengaku Hanya Kerokan

Lebih lanjut, berdasarkan keterangan dari dokter yang bertugas di Puskesmas Kalibawang, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan yang dialami oleh korban. Didapatkan luka jeratan di leher. Kemudian, terdapat luka gores kecil di kaki kiri.

"Saat dilakukan pemeriksaan jenazah didapati sperma korban yang keluar dari penis. Kemudian, didapati sedikit kotoran atau feses yang keluar dari anus korban," ungkap Jeffry.