Kampung Ngupasan Akan Menjadi Sentra Kuliner

Ilustrasi kue. - Ist/Instagram @anisakueker
03 Maret 2021 08:17 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kalurahan Ngupasan, Kemantren Gondomanan, Kota Jogja akan menjadikan Kampung Ngupasan sebagai sentra kuliner. Kampung yang ada di barat kampung pecinan atau Ketandan itu sejauh ini memang sudah menjadi pusat kuliner.

“Kami akan melengkapi Kampung Ngupasan dengan gapura yang menandakan Kampung Ngupasan sebagai sentra kuliner agar wisatawan tahu bahwa Kampung Ngupasan merupakan pusatnya kuliner,” kata Lurah Ngupasan, Didik Agus Mursihanta, saat ditemui di Balai Kalurahan Ngupasan, Selasa (2/3/2021).

BACA JUGA : Warga Ngupasan Semangat Kelola Bank Sampah

Didik mengatakan pembangunan gapura Kampung Ngupasan akan menggunakan anggaran strategis Kalurahan 2021 sebesar Rp200 juta. Namun pembangunan gapura tersebut saat ini masih dikomunikasikan dengan Dinas Kebudayaan Kota Jogja dan Dinas Kebudayaan DIY, karena gapura tersebut lokasinya berada di sumbu filosifi Jogja agar bisa menyesuaikan.

Kalurahan Ngupasan fokus pembangunan fisik di Kampung Ngupasan, karena pembangunan fisik di Kampung Ketandan sudah diakomodir melalui dana keistimewaan (Danais) DIY dan Dinas Kebudayaan Kota Jogja, khususnya pembangunan fasadnya.

Kampung Ketandan merupakan saksi sejarah akulturasi antara budaya Tionghoa, Keraton dan warga Jogja. Terletak di pusat kota, tepatnya di Jalan Ahmad Yani, Jalan Suryatmajan, Jalan Suryotomo dan Jalan Los Pasar Beringharjo.

 Sejak 200 tahun yang lalu daerah ini menjadi tempat masyarakat Tionghoa tinggal dan mencari nafkah, sehingga diakui sebagai kawasan Pecinan kota Jogja. Kampung Ketandan lahir pada akhir abad 19, sebagai pusat permukiman orang Cina pada jaman Belanda, “Pembangunan fisik Kampung Ketandan sudah diambil alih oleh Pemda DIY dan Pemkot,” ujar Didik.

BACA JUGA : Kantor Kelurahan Ngupasan Tegakkan Protokol Kesehatan

Sementara dua kampung lainnya di Ngupasan, seperti Kampung Kauman dan Kampung Ternakan. Kampung Kauman diplot menjadi kampung sayur karena hampir setiap halaman rumah di kampung tersebut menenam sayur. Sementara Kampung Ternakan dijadikan pusat batik cap atau ecoprint yang berasal dari alam seperti daun-daunan.

Saat ini berbagai pelatihan keterampilan ekoprint terus dilakukan oleh pemerintah kalurahan bersama Pemkot Jogja. Selain itu Pemerintah Kalurahan pada Maret ini juga menggelar pelatihan budi daya lele cendol, pelatihan magot, dan pelatihan digital marketing. Didik mengatakan Ngupasan secara umum masyarakatnya adalah niaga atau pedagang sehingga pelatihan di arahkan ke sektor tersebut.