Hujan Es Timbulkan Kerusakan di 42 Lokasi di Sleman, Bantuan Akan Disalurkan

Bupati Sleman Kustini dan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa saat meninjau kerusakan akibat hujan dan angin kencang, Kamis (4/3/2021). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
04 Maret 2021 17:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Hujan lebat disertai angin kencang pada Rabu (3/3/2021) menyebabkan sejumlah kerusakan. BPBD Sleman saat ini terus mendata kerusakan. Bantuan sementara diberikan kepada warga terdampak, salah satunya di RT 9 RW 33 Blunyah Gede, Sinduadi, Mlati.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto menuturkan hujan yang terjadi pada Rabu kemarin menyebabkan aliran air saluran selokan di bawah Jalan Monjali meluap. Derasnya aliran selokan membuat talud saluran buang menuju ke Kali Code jebol.

BACA JUGA: Rel Bandara YIA Hampir Rampung, Diklaim Bebas Ancaman Banjir karena Melayang

"Adanya luapan air menyebabkan permukiman warga RT 09 RW 33, Blunyah Gede, sempat terendam air. Ada tujuh rumah dengan total 15 keluarga yang terdampak banjir," kata Joko saat meninjau lokasi, Kamis (4/3/2021).

Hujan deras disertai angin kencang juga menyebabkan kerusakan di tempat lainnya. Selain di Kapanewon Turi, angin kencang juga merusak sejumlah properti warga di Dusun Gatep, Kalurahan Purwobinangun, Pakem.

"Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan di bagian atap rumah disebabkan hujan dan angin kencang," katanya.

Sejumlah rumah yang berdekatan di lokasi tersebut mengalami kerusakan yang sama. Bagian atap rusak akibat tertimpa pohon yang tumbang di sekitarnya. "Di lokasi ini terdapat sebanyak 30 rumah terdampak bencana. Kerusakan rumah sebagian besar pada bagian atap atau genteng rumah," katanya.

Saat kejadian, katanya, BPBD melalui sejumlah sukarelawan bergerak menuju sejumlah lokasi terdampak. Pertolongan juga diberikan secara langsung disertai dengan pemberian bantuan berupa logistik dan kebutuhan warga seperti selimut dan lainnya. "Kami masih terus melakukan pendataan, nanti warga terdampak akan menerima bantuan. Bentuk bantuan belum bisa dirinci," katanya.

BACA JUGA: Pandemi Belum Berlalu, Tukang Becak & Kusir Andong di Malioboro Kian Menderita

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat meninjau lokasi bencana menyalurkan sejumlah bantuan kepada masyarakat terdampak. Ia mengaku mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya bencana tersebut. "Saya langsung berkoordinasi bersama dengan BPBD Sleman untuk turun langsung menangani dampak bencana," katanya.

Terkait kerusakan talud, ia sudah berkoordinasi dengan lurah dan RT/RW setempat agar ke depan mengantisipasi penyebab luapan air. BPBD Sleman, katanya, tengah mendata warga dan jumlah kerusakan yang dialami. "Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar Pemkab untuk penanganan dampak bencana dan menjadi dasar bantuan yang akan diberikan," katanya.

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Sleman, dampak hujan lebat dan angin kencang disertai hujan es pada Rabu (3/3/2021) menyebabkan 42 titik lokasi terdampak. Dilaporkan sebanyak 49 pohon tumbang, 19 rumah warga rusak ringan, satu gudang rusak berat, sembilan titik jaringan listrik rusak, satu tower roboh, fasilitas pendidikan (BLK) dan tempat ibadah rusak ringan serta sebuh mobil rusak tertimpa pohon.

Hujan es terjadi di empat titik. Mulai Babadan Kalurahan Girikerto, Turi Kalurahan Donokerto, Turi, Temulawak Kalurahan Caturharjo, Sleman dan Bulaksumur, Caturtunggal Depok. Sementara angin kencang melanda di Kapanewon Pakem, Turi, Tempel, Mlati dan Ngaglik.