5M Tetap Jadi Kunci Cegah Penularan Covid-19

Ingat pesan ibu, cuci tangan dengan sabun. - Antara
09 Maret 2021 06:37 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jogja, Nur Hidayat menyatakan 5M merupakan kunci utama untuk menekan angka penularan Coronavirus Disease atau Covid-19 yang masih terjadi di Jogja.

Kelima M tersebut adalah mengenakan masker kemana pun pergi, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menjaga jarak atau physical distancing, menghindari kerumunan (Sosial Distancing), dan mengurangi mobilitas. “Kuncinya 5M saja untuk mengurangi penularan Covid-19,” kata Nur Hidayat, Senin (8/3/2021).

BACA JUGA : Cegah Covid-19, Harian Jogja Bikin Lomba Video Bergaya

Nur Hidayat mengatakan saat ini Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berskala Mikro kembali diperpanjang sehingga dia minta masyarakat benar-benar menyadari bahwa maksud dari PPKM ini adalah protokol kesehatan merupakan hal utama pada masa adaptasi baru pandemi Covid-19 ini.

Dia juga meminta kalurana, Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) benar-benar solid dan masksimal dalam mengendalikan mobilitas warga di skala mikro dan memastikan benar warga melaksanakan protokol kesehatan, “Karena dengan protokol kesehatan pandemi bisa berakhir dan dan ekonomi masyarakat juga meningkat,” ucap Nur Hidayat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jogja, angka positif Covid-19 sejak awal sampai 7 Maret 2021 di Jogja mencapai 4.769 orang. Dari jumlah tersebut 4.252 sembuh, 219 meninggal dunia. Sementara 298 masih dalam perawatan.

BACA JUGA : KABAR KAMPUS: Cegah Covid-19, PMB Dilakukan Daring

Nur Hidayat mengatakan meski yang meninggal dunia 219 orang namun BPBD Jogja sudah memakamkan pasien dengan standar Covid-19 sebanyak 259 orang yang terhitung sejak Agustus 2020 hingga 4 Maret 2021. Menurut dia, tidak semua yang dimakamkan dengan protokol Covid-19 adalah positif Covid-19, namun ada juga yang hasilnya belum keluar dan begitu keluar dinyatakan negatif.

Pihaknya tetap melakukan pemakaman dengan protokol Covid-19 sesuai permintaan dari rumah sakit dan ada kesanggupan dari pihak keluarga untuk dimakamkan dengan protokol Covid-19. Sejauh ini diakuinya hampir tidak ada penolakan warga dalam proses pemakaman pasien Covid-19 karena sampai sekarang tidak ada bukti orang yang sudah meninggal menularkan penyakit.