Banyak Lansia di Jogja Belum Divaksin Covid-19

Vaksinasi massal di Pasar Beringharjo, Senin (1/3/2021)-Harian Jogja - Gigih M Hanafi
09 Maret 2021 19:37 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Ketua Komisi Daerah (Komda) Lansia Jogja, Tri Kirana Muslidatun mengaku belum mengetahui pasti alasan belum tercapainya target vaksinasi yang menyasar lansia di Jogja.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jogja pada awal vaksinasi massal yang menyasar lansia di hari pertama belum mencapai target. Dari target 1.100 lansia di 10 rumah sakit dan dua Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA), yang sudah tercapai atau sudah divaksin baru mencapai 617 orang.

Tri Kirana mengatakan vaksinasi lansia membutuhkan pendamping karena banyak lansia yang hidupnya sendiri atau tidak memiliki pendamping.

BACA JUGA: Jalan ke Dermaga Ambles, TPST Piyungan Kembali Ditutup Warga

“Harus ada koordinasi dengan kader lansia, saya belum diajak koordinasi untuk diajak bergerak karena mungkin baru beberapa hari [vaksinasi lansia ini], targetnya kan dua bulan,” kata Tri Kirana yang biasa disapa Ana, melalui sambungan telepon, Selasa (9/3/2021)

Kendati demikian, istri Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti ini mengaku akan mengevaluasi vaksinasi lansia yang belum mencapai target di hari pertama vaksinasi. Menurut dia, vaksinasi lansia butuh pendampingan dan pendamping itu sebenarnya sudah ada dari tingkat kemantren hingga RW.

Butuh kejelasan soal vaksinasi lansia, mulai dari jam, tempat dan sebisa mungkin lokasi vaksinasi didekatkan ke tempat tinggal lansia atau minimal puskesmas.

Sejauh ini pihaknya ketika akan menyelenggarakan acara yang melibatkan lansia selalu menggerakan kader lansia atau pendamping lansia. Keterlibatan kader dan pendamping lansia sangat dibutuhkan untuk kelancaran program yang menyasar lansia.

Lebih lanjut Ana mengatakan kemungkinan jadwal vaksinasi lansia belum tersosialisasikan secara masif. “Mungkin sosialisasi kurang, perlu penggerak dan pendamping. Kami akan evaluasi akan menggerakan penggerak dan mendmpingi mereka untuk berangkat ke rumah sakit,” ucap Ana.