8 Seniman DIY Gagal Disuntik Saat Vaksinasi di Padepokan Bagong Kussudiardja

Presiden Joko Widodo menyaksikan seniman berkostum Gatot Kaca disuntik Vaksin Covid-19 di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Bantul, Rabu (10/3/2021). - Ist - dok
11 Maret 2021 12:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kesehatan Bantul memastikan ada delapan seniman dan budayawan di DIY gagal divaksin bersama dengan 360 penerima vaksin saat vaksinasi di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK), Kasihan, Bantul, Rabu (10/3/2021).

Kedelapan orang itu terpaksa tertunda mendapatkan vaksin karena penyakit metabolik. Adapun penyakit metabolik yang dimaksud adalah semacam hipertensi, pengobatan tiroid dan kendala lainnya.

“Kemarin ada 517 sasaran. Sedangkan pendaftar ada 368. Untuk yang divaksin ada 360. Sementara yang ditunda sebanyak 8 orang. Mereka ditunda karena rata-rata memiliki penyakit metabolik,” kata Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinkes Bantul, Abednego Dani Nugroho, Kamis (11/3/2021).

Baca juga: Di Depan Jokowi, Ini Harapan Butet dan Nini Thowok Soal Vaksinasi Covid-19

Menurut Abed, meski ditunda, kedelapan seniman dan budayawan tersebut tetap dijadwalkan menjalani vaksinasi. Mereka akan dijadwalkan menjalani vaksinasi 14 hari lagi.

“Akan dibarengkan dengan dosis 2 dan dilaksanakan di puskesmas,” terang Abed.

Lebih lanjut Abed mengungkapkan, dari 368 orang penerima vaksin di PSBK, rata-rata adalah mereka yang berusia 31-45 tahun dengan jumlah mencapai 138 orang. Sedangkan sisanya untuk lansia ada 66 orang, umur 46-59 tahun ada 87 orang dan 18-30 ada 77 orang.

“Jadi dosis pertama ini ada 360 orang yang menerima. Sedangkan yang ditunda ada 8. Total ada 368 orang,” ucap Abed.

Baca juga: Jokowi Minta Seniman Tetap Berkarya meski Masih Pandemi Covid-19

Sementara Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, Pemkab Bantul siap memfasilitasi bagi seniman yang ingin divaksin. Sebab, diakui oleh Halim, vaksinasi yang dilakukan di PSBK, Rabu (10/3/2021) belum sepenuhnya mampu mencakup seniman di Bumi Projotamansari.

"Ya bagi seniman dan budayawan yang menghendaki vaksin nanti bisa menghubungi Dinas Kesehatan. Jadi ini kan hanya pembukaan vaksinasi untuk pelaku seni, karena pelaku seni banyak berhadapan dengan publik," kata Halim.

Halim menambahkan, pada saat vaksinasi di PSBK dirinya telah mendapatkan pesan dari Presiden RI Joko Widodo yang meminta agar Bantul terus meningkatkan vaksinasi dan gerakan 3 T (tracing, testing dan treatment (3T).

“Bantul adalah kabupaten percontohan 3 T bahkan yang terbaik oleh Menkes,” kata Halim.