Ketika Doni Monardo Kepincut Kartun Harian Jogja

Presiden Direktur Harian Jogja, Arif Budisusilo (kanan) menerima penghargaan dari Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo (kiri) di Graha BNPB Jakarta, Rabu (10/3/2021). - Istimewa/BNPB
12 Maret 2021 15:37 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan penghargaan kepada Harian Jogja sebagai media pendukung penanganan Covid-19. Kepala BNPB terpesona dengan kartun serial yang sering dibikin Harian Jogja untuk mengampanyekan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. 

“Kartun Harjo keren,” begitu kata Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo saat menyerahkan penghargaan kepada Presiden Direktur Harian Jogja, Arif Budisusilo dalam acara penutupan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) 2021 sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) BNPB ke-13 di Graha BNPB Jakarta, Rabu (10/3).

Harjo adalah sebutan yang disematkan pembaca Harian Jogja.

 Sejak pandemi Covid-19, Harian Jogja kerap memproduksi comic series yang berisi edukasi tentang pencegahan Covid-19. Dengan comic series dan karikatur, pesan-pesan tentang pencegahan Covid-19 diharapkan bisa lebih dipahami oleh masyarakat luas.

Sosok Pakdhe Harjo, dengan tampilan pakaian khas Jogja, surjan dan blangkon, selalu memberikan pesan kepada warga masyarakat untuk taat pada protokol kesehatan.

Doni Monardo beberapa kali menggunakan kartun Pakdhe Harjo itu saat mempresentasikan perkembangan penanggulangan Covid-19 di hadapan Presiden. Ia juga sempat menjadikan kartun-kartun itu sebagai status di Whatsapp.

Selain memproduksi kartun pesan-pesan protokol kesehatan, Harian Jogja selalu menyajikan konten-konten yang bisa menjadi panduan bagi warga dalam bersikap menghadapi pagebluk Covid-19, termasuk melalui infografis. Dengan info yang disajikan secara visual itu, pesan diharapkan bisa lebih mudah dicerna pembaca, khususnya dalam menghadapi Covid-19, seperti protokol kesehatan 5M ataupun panduan bagaimana ketika terpapar Covid-19 dan lainnya.

“Penanganan Covid-19 merupakan tanggung jawab bersama. Maka dari itu, Harian Jogja juga memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi kepada masyarakat agar pandemi ini bisa segera berakhir. Caranya dengan menyajikan berita-berita yang mengedukasi warga,” kata Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono.

Selain Harian Jogja, BNPB juga memberikan penghargaan kepada Harian Nasional Kompas untuk kategori media cetak. Sementara kusala untuk kategori media elektronik diberikan kepada Detik.com, RRI, Metro TV, Lombok TV, dan Radio MNC Trijaya Network. Selain kepada media massa, BNPB juga memberikan penghargaan untuk kategori pemerintah daerah provinsi dan kabupaten kota, kepada perguruan tinggi, perusahaan BUMN dan swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat umum. Penghargaan diberikan karena pihak-pihak tersebut dianggap ikut membantu dalam penanggulangan bencana, khususnya Covid-19.

Presiden Direktur Harian Jogja, Arif Budisusilo bersyukur atas penghargaan tersebut. “Alhamdulillah Harian Jogja mendapat penghargaan dari BNPB atas kontribusi dalam penanggulangan dan penanganan Covid-19. Semoga Harian Jogja semakin dapat berperan membantu masyarakat dengan memberikan informasi-informasi yang akurat dan bermanfaat,” kata Arif.

Kepala Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Nasional, Hery Trianto mengatakan karikatur Pakdhe Harjo menjadi salah satu nilai tambah dalam penghargaan yang diberikan sebagai media cetak lokal yang berkolaborasi dalam penanganan pandemi Covid-19 melalui kampanye perubahan perilaku, konten faktual dan mendidik.

Mitigasi Bencana

Kepala BNPB Letjen Doni Monardo mengatakan Rakornas BNPB 2021 sekaligus HUT BNPB ke-13 kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena masih dalam kondisi pandemi sehingga yang hadir dibatasi dan tetap harus menjalani protokol kesehatan ketat, salah satunya peserta yang hadir melalui tes polymerase chain reaction (PCR).

“Yang wajib kami ingat adalah kolaborasi, kesatuan langkah kerja sama, harmonis antara pemerintah, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha dan kalangan media,” kata Doni dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut Doni juga beberapa kali mengingatkan penegasan pesan presiden tentang pentingnya mitigasi bencana. Menurut dia, kunci utama mengurangi risiko bencana adalah aspek pencegahan dan mitigasi. Pencegahan tak boleh terlambat. Dia juga mengingatkan agar kebijakan nasional maupun di daerah lebih sensitive dalam penanggulangan bencana.

“Melalui mitigasi dan pencegahan bencana serta kebijakan tata ruang akan menjadikan bangsa ini tangguh hadapi bencana. Kita harus sabar dan tanggap. Bencana bukan untuk diratapi tapi untuk dimitigasi, bencana bukan musibah tapi harus dicegah,” ujar jenderal bintang tiga tersebut.

“Manakala mengabaikan tanda-tanda alam atas nama pembangunan tunggu saja cepat atau lambat bencana akan melanda.”

Dalam kesempatan penutupan Rakornas BNPB 2021 dan HUT ke-13 BNPB tersebut juga dihadiri oleh mantan Kepala BNPB 2008-2015, Syamsul Maarif dan Rakornas ditutup oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Muhadjir Effendy.