Pemda DIY Serahkan Puluhan Bilik untuk Pengungsi Merapi

Sekda DIY Baskara Aji didampingi Sekda Sleman Harda Kiswaya meninjau langsung setiap ruangan yang telah disediakan bilik Barak Pengungsian Purwobinangun, Pakem, Sabtu (13/3/2021). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
13 Maret 2021 18:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemerintah Kabupaten Sleman menerima bantuan 23 bilik sebagai pelengkap barak pengungsian Purwobinangun, Kapanewon Pakem. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah (DIY), Baskara Aji kepada Sekretatis Daerah Sleman Harda Kiswaya.

Sekretaris Daerah DIY, Baskara Aji mengatakan bantuan tersebut merupakan upaya Pemerintah melalui Baznas DIY dan Baznas Sleman dalam menyiapkan langkah-langkah preventif menghadapi bencana Merapi.

"Bantuan bilik ini disediakan untuk jaga-jaga bencana Merapi. Merapi ini masih aktif dan berdasarkan pengalaman,perlu ada langkah preventif. Terlebih saat ini kita menghadapi pandemi," jelas Aji, di Barak Pengungsian Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sabtu (13/3/2021).

Baca juga: Masuk Kategori Lansia, Sri Sultan Divaksin di RSUP dr. Sardjito

Adapun bilik yang disediakan di Barak Pengungsian Purwobinangun ini berupa bilik sekat yang dipasang dalam ruangan tempat pengungsi Merapi. Setiap bilik atau sekat ini nantinya jika dipakai akan cukup untuk satu keluarga.

Sementara itu, Plt Baznas DIY, Mukhlas menjelaskan bantuan bilik tersebut tidak hanya disediakan di Barak Purwobinngun, tetapi juga disediakan di Barak Pengungsian Gayam, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan.

“Penyediaan bilik ini ditempatkan di dua lokasi barak pengungsian yaitu Gayam, Glagaharjo dan Purwobinangun sebagai penopang pengungsian. Ini (bilik) juga merupakan kebutuhan yang sebelumnya disampaikan BPBD Sleman. Jadi ditindaklanjuti untuk penyediaan (bilik),” jelasnya.

Sekda Sleman Harda Kiswaya mengatakan penyediaan bilik di tempat pengungsian tersebut merupakan hal yang penting. Terlebih keberadaan bilik juga menjadi salah satu penerapan protokol kesehatan bagi pengungsi Merapi di masa pandemi Covid-19.