Masuk Kategori Lansia, Sri Sultan Divaksin di RSUP dr. Sardjito

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengikuti vaksinasi Covid-19 di RSUP dr. Sardjito, Sabtu (13/3/2021). - Ist/ dok
13 Maret 2021 14:07 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Menandai dimulainya vaksinasi covid-19 untuk lansia di DIY, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, beserta sejumlah lansia lainnya mengikuti vaksinasi di RSUP dr. Sardjito, Sabtu (13/3/2021) pagi. Vaksinasi berjalan lancar tanpa efek serius pasca imunisasi.

Sri Sultan HB X tiba di RSUP dr. Sardjito sekitar pukul 11.25 WIB didampingi istrinya, GKR Hemas. Usai vaksinasi, Sri Sultan mengajak masyarakat khususnya lansia untuk bersedia divaksin demi melindungi kita semua dari pandemic Covid-19.

“Saya melakukan vaksinasi hari ini khusus untuk lansia. Saya berharap para lansia di Indonesia khususnya di Jogja mari kita sambut harapan pemerintah kita. Semoga kita bisa terjaga dari pandemic dan kita bersedia untuk melakukan vaksinasi,” ujarnya.

Baca juga: Di Brasil, Angka Kematian Covid-19 Mencapai 2.216 Orang dalam Sehari

Sri Sultan divaksinasi bersama 43 lansia lainnya, yang dibagi dalam empat sesi, dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 11.00 WIB. Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, mengatakan dari total 44 lansia yang diundang, satu orang tidak hadir dan dua orang ditunda.

“Satu tidak hadir karena sudah divaksin di tempat lain. Dari sekian banyak sasaran alhamdulillah sudah sebagian besar divaksin. Kami berterima kasih kepada rumah sakit Sardjito yang sudah menginisiasi vaksinasi lansia ini. Hari ini ada Ngarso Dalem, ada Guru Besar, ada Komda Lansia, ada perwakilan masyarakat yang memang masuk kategori lansia,” katanya.

Baca juga: 48 Kasus Mutasi Corona N439K Terdeteksi di Indonesia

Direktur RSUP dr. Sardjito, Rukmono Siswihanto, menuturkan dua lansia yang ditunda pada vaksinasi kali ini lantaran tidak lolos skrining kesehatan. “Beliau tensi tinggi tadi kami observasi. Kemudian juga kecapekan, ya Namanya sudah sepuh,” katanya.

Dua lansia yang ditunda ini akan dicek kembali dan jika kondisinya sudah memenuhi syarat maka akan tetap divaksin. Adapun vaksinasi dosis kedua untuk para lansia sesuai pedoman dari Kementerian Kesehatan, akan dilakukan 28 hari setelah dosis pertama.