Pengoperasian Tanjung Adikarto Bakal Mendongkrak Perikanan DIY

Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegana saat mengiringi kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono ke pelabuhan Tanjung Adikarto, Kapanewon Wates, Kulonprogo, Jumat (14/3/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo.
14 Maret 2021 14:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menyambut baik upaya pengkajian ulang yang dilakukan oleh pemerintah pusat sebelum melakukan upaya revitalisasi pelabuhan Tanjung Adikarto yang mangkrak setelah selesai dibangun pada 2003 silam.

Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegana menyambut baik upaya pengkajian ulang yang dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) serta dibantu oleh sejumlah Kementerian seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian PUPR.

BACA JUGA : Dekat dengan YIA, Pelabuhan Tanjung Adikarto Diprediksi Bakal Jadi Pusat Ekonomi Besar

"Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, pada prinsipnya, apapun keputusannya, entah itu akan fokus di blackwater atau fokus dalam manajemen sedimentasi. Kita ikut aja, yang penting segera bisa bermanfaat bagi warga di Kulonprogo," ujar Fajar Gegana saat dikonfirmasi pada Minggu (14/3/2021).

Fajar menilai, jika pelabuhan Tanjung Adikarto nantinya sudah dinyatakan mampu untuk dioperasionalkan, dampaknya mampu mendongkrak sektor perikanan yang ada di Kulonprogo. Khususnya, bagi nelayan yang mencari nafkah di pesisir pantai selatan Bumi Binangun.

"Yang jelas nanti akan berdampak ke nelayan ya, mungkin bisa ada produksi pengemasan ikan yang kemudian bisa disinergikan dengan masyarakat maupun BUMD kita. Yang jelas bisa dioperasionalkan terlebih dahulu [pelabuhan Tanjung Adikarto]," ucapnya.

Lebih lanjut, jual beli ikan nantinya bisa terintegrasi di pelabuhan Tanjung Adikarto, setelah dinyatakan mampu untuk dioperasionalkan setelah rampungnya upaya revitalisasi. Terlebih, posisi pelabuhan yang berdekatan dengan bandara YIA juga mendukung upaya ekspor yang lebih mudah untuk dilakukan ke depannya.

BACA JUGA : Pusat Usulkan Solusi Beroperasinya Pelabuhan Tanjung Adikarto Kulonprogo

"Nanti kan ada kapal-kapal kecil yang berlabuh, mereka bisa dropping logistik ikan yang bisa langsung diperjualbelikan dan juga bisa langsung diekspor karena kan ini (pelabuhan Tanjung Adikarto) berdekatan dengan Bandara YIA," terang Fajar.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) sebelumnya melakukan kunjungan ke Pelabuhan Tanjung Adikarto, Kapanewon Wates, pada Jumat (12/3/2021) lalu. Luhut menyatakan upaya pengkajian ulang bakal dilakukan terhadap pelabuhan Tanjung Adikarto sebelum upaya revitalisasi dilakukan.

"Nanti studi yang lengkap akan dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM). Supaya nanti tuntas," ujar Luhut saat diwawancarai di sela-sela kunjungannya ke pelabuhan Tanjung Adikarto, Kapanewon Wates, Jumat (14/3/2021).

Upaya pengkajian ulang terhadap pelabuhan Tanjung Adikarto yang dibangun sejak tahun 2003 lalu bakal dilakukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dengan menggandeng UGM. Upaya tersebut dilakukan untuk menentukan langkah sebelum upaya revitalisasi nantinya dilakukan.

"Saya pikir kita nunggu hasil studi selama tiga bulan ke depan. Dari situ kemudian kita menentukan cara bertindak kita yang seperti apa. Kita ndak mau mengulangi kesalahan yang lalu dengan studi yang tidak lengkap. Sultan Hamengku Buwono X juga setuju soal itu (pengkajian ulang)," terang Luhut.

Lebih lanjut, upaya pengkajian ulang terhadap pelabuhan Tanjung Adikarto juga dilakukan oleh Kemenko Marves dengan UGM dikarenakan alur masuk kapal nelayan terhalang oleh pengendapan pasir di muara sungai serang yang menjadi tempat pintu masuknya kapal ke dermaga.

BACA JUGA : Bertahun-tahun Mangkrak, Pelabuhan Tanjung Adikarto

"Target [studi pelabuhan Tanjung Adikarto] tiga bulan. kita harus berangkat dari studi yang komprehensif termasuk soal sungai-sungai yang ada di sini (pelabuhan Tanjung Adikarto). Sungai itu dibuat untuk mengantisipasi banjir ratusan tahun lalu. Sehingga tidak ada masalah kepada lapangan terbang," katanya.