Susah Sinyal! Banyak Area Blank Spot di Kulonprogo

Ilustrasi wifi. - Pixabay
14 Maret 2021 22:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Sekitar 50 persen area blank spot atau tempat-tempat yang tidak tersentuh sinyal komunikasi menjadi catatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kulonprogo. Dewan meminta Pemkab Kulonprogo serius menghilangkan blank spot untuk mendukung terselenggaranya pembelajaran secara dalam jaringan (daring) selama pandemi Covid-19.

Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo, Istana, mengatakan dalam mengatasi blank spot di wilayah Bumi Binangun, Pemkab Kulonprogo diharapkan mampu menggandeng sejumlah pihak. Terlebih, infrastruktur jalan di area blank spot juga didorong agar dilakukan perbaikan. Tujuannya, agar memudahkan siswa dalam mengambil tugas di sekolah.

BACA JUGA: Waspada! Ada Penipuan Modus Iming-iming Lulus CPNS Tanpa Tes

"Selama ini, blank spot menjadi kendala utama program pembelajaran daring di Kulonprogo. Sebab, area yang tidak tersentuh sinyal di kabupaten ini luasannya mencapai 50 persen. Bahkan, di wilayah utara ada satu kalurahan yang wilayahnya hanya lima persen yang terjangkau sinyal. Blank spot memang jadi penghambat utama pembelajaran daring di Kulonprogo," kata Istana pada Minggu (14/3/2021).

Ia juga menyinggung soal pembelajaran tatap muka yang perlahan harus mulai diinisiasi oleh Pemkab Kulonprogo. Caranya, ia mencontohkan, dengan menyiapkan ruang terbuka banyak jendela, memberi jarak pada siswa, menyediakan tempat cuci tangan serta membatasi jumlah siswa yang belajar tatap muka, misalnya hanya lima orang.

"Kemudian, para siswa juga perlu diatur per kelompok terdiri dari 5-10 orang, kemudian jadwal pembelajaran tatap muka mereka ikuti seminggu sekali. Walaupun, yang masih mengganjal adalah izin orang tua. Masih ada persepsi, di mana kepentingan ilmu dihadapkan dengan keselamatan anak," sambungnya.

Ketua Pansus Raperda Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Nur Eny Rahayu, mengatakan pembelajaran secara daring di Kulonprogo tidak berjalan dengan efektif karena masih terpaku dengan sistem penugasan melalui WhatsApp.

"Seharusnya benar-benar ada pelajaran menggunakan perangkat IT serupa zoom meeting, di mana guru menerangkan dan siswa memperhatikan. Para siswa harus menjalin kontak dengan guru menggunakan perangkat IT, mulai pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB," tegas Eny.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo, Baning Rahayujati, mengatakan Pemkab masih berkoordinasi dengan Kemendikbud terkait dengan upaya pelaksanaan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19.