Advertisement

Prostitusi Online di Gunungkidul Terungkap! Polisi Menyamar untuk Booking

David Kurniawan
Selasa, 16 Maret 2021 - 13:27 WIB
Budi Cahyana
Prostitusi Online di Gunungkidul Terungkap! Polisi Menyamar untuk Booking Ilustrasi - everypixel

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Patroli Cyber Polres Gunungkidul berhasil mengungkap kasus prostitusi online. Tim yang beranggotakan tujuh orang ini menangkap  QF,23, muncikari yang menawarkan jasa prostitusi di media berjejaring.

Kepala Seksi Pidana Khusus, Satreskrim Polres Gunungkidul, Ipda Ibnu Ali, mengatakan tim patroli siber menemukan iklan jasa esek-esek yang ditawarkan di media sosial. Temuan itu ditindaklanjuti dengan penyelidikan yang mengarah ke tersangka QF, selaku muncikari.

BACA JUGA: Pengamat Sebut Jabatan Presiden 3 Periode Akan Lahirkan Rezim Otoritarianisme

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Salah seorang anggota patroli berpura-pura melakukan transaksi di postingan yang diunggah. Pancingan ini pun ditanggapi dengan foto perempuan.

“Setelah sepakat, petugas membuat janjian untuk bertemu di sebuah losmen wilayah Kapanewon Playen. Lewat situlah kasus prostitusi online akhirnya terungkap,” kata Ibnu kepada wartawan, Selasa (16/3).

QF ditangkap pada 4 Maret lalu. Hasil dari pemeriksaan, dalam setiap transaksi tersangka mematok Rp300.000-450.000 untuk dua kali persetubuhan. Selain tersangka, polisi menyita uang senilai Rp320.000 hasil transaksi, dua unit ponsel, satu unit sepeda motor lengkap dengan STNK.

QF dikenakan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang No.21/2007 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Pasal 506 KUHP. Ancaman pidananya minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara, serta denda minimal Rp 120 juta dan maksimal Rp 600 juta.

BACA JUGA: Lindungi Pelaku Pariwisata, Sandiaga Uno Siapkan Pusat Vaksinasi di Desa Wisata

Polisi juga mengamankan empat perempuan, tetapi tidak menahan mereka karena mereka berstatus saksi.

Advertisement

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riyan Permana Putra mengatakan patroli siber akan terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan keamanan dan ketertiban di masyarakat. Menurut dia, hasil pengungkapan prostitusi online itu merupakan kasus perdana yang diungkap tim patroli. “Patroli akan terus dilakukan, salah satunya untuk menangkal berita hoaks di masyarakat,” katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Turut Sokong Pertumbuhan Ekonomi, Kinerja Emiten Diapresiasi Menko Airlangga

News
| Rabu, 28 September 2022, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement