Mulai April, Tiap Keluarga di Sleman Bakal Didata

Foto ilustrasi. - Ist/Everypixel
17 Maret 2021 19:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab Sleman akan mendata kondisi keluarga tahun ini. Hasil pendataan ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai dasar untuk merencanakan program pembangunan, khususnya pembangunan keluarga.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Sleman Mafilindati Nuraini mengatakan Dinas menyiapkan 2.214 kader untuk melakukan pendataan keluarga di masing-masing kalurahan. Para kader ini disiapkan untuk mendata langsung kondisi setiap keluarga.

"Kami siapkan kader untuk terjun langsung ke masyarakat, mereka akan melakukan pendataan. Kader ini akan mendata dari rumah ke rumah dengan protokol kesehatan," ujar perempuan yang akrab disapa Linda ini, Rabu (17/3/2021).

Pendataan keluarga ini akan dilakukan selama dua bulan, dimulai pada 1 April hingga 31 Mei mendatang. Menurut Linda, ada dua metode pendataan yang akan dilakukan. Pendataan dilakukan dengan metode formulir dengan jumlah sasaran sebanyak 23.007 KK sementara metode kedua dilakukan dengan melalui ponsel pintar dengan sasaran sebanyak 298.551 KK.

“Total yang didata sebanyak 321.558 KK. Artinya, satu orang kader diperkirakan mendata 150 -200 KK. Mereka akan bekerja selama dua bulan," ujarnya.

BACA JUGA: Pelabuhan Tanjung Adikarto, Harapan DIY Menjaring Cuan Laut Selatan

Sekretaris Daerah Sleman, Harda Kiswaya mengatakan pendataan keluarga tersebut penting dan membutuhkan dukungan masyarakat. Alasannya, hasil dari pendataan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai dasar untuk merencanakan program pembangunan pemerintah, khususnya pembangunan keluarga.

"Setelah hasil pendataan diperoleh, maka para pemangku kepentingan dapat mengintervensi dengan berbagai program yang direncanakan. Dengan demikian, tujuan penyelenggaraan pemerintah untuk menyejahterakan keluarga dapat dicapai," kata Harda.