Tiga Raperda Inisiatif DPRD Gunungkidul Masuk Tahap Pembahasan
DPRD Gunungkidul mulai membahas tiga Raperda inisiatif pada Juli 2026. Total 12 Raperda ditargetkan selesai dibahas dan ditetapkan hingga akhir tahun.
Petugas medis melakukan rapid tes antigen COVID-19 kepada calon penumpang Kereta Api (KA) di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (21/12/2020)./ANTARA FOTO-Galih Pradipta
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Kesehatan Gunungkidul berencana membeli mobil tes PCR. Kebijakan ini dilakukan untuk memaksimalkan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-Cov-2.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, upaya testing, tracing, treatment atau 3T, khususnya untuk pengetesan sangat bergantung dengan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTLKPP) DIY. Pasalnya, guna mendapatkan hasil tes PCR harus menunggu pengujian dari lab. “Kami harus menunggu beberapa hari untuk mendapatkan hasilnya,” kata Dewi kepada wartawan, Kamis (18/3/2021).
Dia menjelaskan, untuk memangkas waktu dalam pengetesan, dinas kesehatan mengusulkan membeli mobil tes PCR sendiri. Guna merealisasikan rencana ini sudah mengusulkan ke badan anggaran milik pemkab. “Sudah kami usulkan. Untuk membelinya dibutuhkan anggaran sekitar Rp3,6 miliar,” katanya.
Baca juga: Lurah Meninggal, Tegalrejo Gedangsari Akan Gelar PAW
Menurut Dewi, kepemilikian mobil tes PCR memiliki banyak manfaat. Selain memaksimalkan dalam upaya penelusuran dan pengetesan, hasilnya juga bisa diketahui dalam waktu cepat. “Tidak butuh lama karena dalam sehari hasilnya bisa diketahui. Harapannya dengan alat ini maka upaya pengetesan bisa efektif dan edisien,” katanya.
Sekretaris Daerah Gunungkidul Drajad Ruswandono mengakui sudah menerima laporan usulan pengadaan mobil tes PCR. Meski demikian, pemkab masih mempertimbangkan usulan tersebut karena harga yang tergolong mahal. “Nominalnya tidak sedikit untuk membeli mobil tes PCR,” kata Drajad.
Baca juga: Petani Garam Tolak Kebijakan Impor
Meski belum memberikan keputusan pasti, namun upaya pembelian masih tetap bisa. Pasalnya, kebijakan juga sangat bergantung dengan perkembangan kasus penularan Covid-19 di Bumi Handayani. “Kalau nanti memang diperlukan dan anggaran ada, maka sangat mungkin untuk membelinya,” katanya.
Ia menambahkan, proses vaksinasi Covid-19 di Gunungkidul terus berjalan. Diharapkan dengan pemberian vaksin itu maka penularan bisa dicegah. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dan pandemic bisa segera diatasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mulai membahas tiga Raperda inisiatif pada Juli 2026. Total 12 Raperda ditargetkan selesai dibahas dan ditetapkan hingga akhir tahun.
Jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026 lengkap dengan tarif dan titik keberangkatan. Cek rute dan jam terbaru di sini.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA . Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
Pemkab Kulonprogo memetakan usulan pembangunan dari kalurahan, mulai irigasi, lampu jalan hingga dampak proyek tol untuk diprioritaskan.
Ceker ayam enak dan kaya kolagen, tapi waspadai 11 risiko: kolesterol, tekanan darah, berat badan, natrium, dan gangguan pencernaan. Simak selengkapnya.