Peras Karyawan Toko dengan Pistol Mainan, Warga Banguntapan Ditangkap

Pelaku penggelapan dan pemerasan setelah diperiksa di Mapolres Bantul, Jumat (19/3/2021). - Harian Jogja/Jumali
19 Maret 2021 12:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Polres Bantul menangkap  Li, 43, warga Banguntapan, Rabu (17/3/2021) sore.

Li ditangkap setelah memeras Sekar Pratiwi, karyawan Toko Arto di Sorowajan, Banguntapan, dengan menggunakan pistol mainan, Sabtu (6/3/2021).

BACA JUGA: Di Balik Penutupan Centro: Pengelola Ternyata Digugat Pailit

Saat itu, Sekar yang sedang menjaga toko tiba-tiba didatangi oleh pelaku. Li langsung mengancam korban dengan memperlihatkan gagang senjata api  di balik jaket. Korban yang ketakutan kemudian menyerahkan uang di loket kasir senilai Rp1 juta kepada pelaku.

"Setelah mendengar laporan kami kemudian menyelidiki dan dan menganalisis rekaman CCTV. Kami menangkap pelaku di rumahnya dan mengamankan satu pucuk senjata replika yang digunakan pelaku, dan pakaian pelaku," katanya di Mapolres, Jumat (19/3).

Sementara, berdasarkan hasil pemeriksaan, Li sudah dua kali memeras. Sebelumnya, dia dihukum sembilan bulan penjara karenakasus sama.

"Saat itu, saya melakukannya dengan menggunakan celurit, di lokasi berbeda. Saya terpaksa melakukan pemerasan, karena saat itu saya sakit dan tidak bisa mencari nafkah," kata Li.

Dia mengaku memeras setelah melihat mainan senjata revolver milik anaknya.  "Itu mainan anak saya. Semua spontan saja, karena memang butuh uang," ungkapnya.

Li dijerat pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

BACA JUGA: Akses Jalan yang Sempit Jadi Kendala Menuju Borobudur Highland

Selain menangkap pemeras, Polres Bantul juga mengungkap penangkapan pelaku penggelapan, Rp,31, warga Playen Gunungkidul yang melakukan tindak penggelapan mobil rental.

Awalnya, Rp merental mobil dengan pembayaran harian. Mobil pertama dirental, Sabtu (29/2/2020) dan kemudian pelaku merental mobil kembali, Selasa (21/4/2020) dengan sistem pembayaran harian.

Rp kemudian merental mobil lagi, Kamis (23/4/2020) dan Rabu (20/5/2020).

Awalnya, pembayaran untuk  keempat mobil lancar. Tapi, kemudian pada 1 Juli 2020 tersangka menghilang dan sudah tidak membayar lagi.

"Korban pun melapor ke kami. Dan dilakukan penyelidikan serta penangkapan," katanya.

Di hadapan polisi, pelaku mengaku menggadaikan mobil-mobil rental tersebut. Rencananya uang hasil gadai akan dimanfaatkan untuk membuka usaha.

"Namun ternyata uangnya habis digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," ungkapnya.

Rp dijerat dengan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman selama 4 tahun penjara.