Jadwal SIM Gunungkidul 21 Oktober 2026, Cek Lokasi dan Syaratnya
Cek jadwal SIM Gunungkidul Rabu, 21 Oktober 2026, di Toserba Sambipitu, lengkap dengan lokasi layanan lain dan syarat perpanjangan SIM.
Diskusi daring Pemanfaatan IT dalam Mendukung UMKM Berdaya Saing, Jumat (20/3/2021) sore. /Ist- tangkapan layar Zoom.
Harianjogja.com, JOGJA-- Jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di DIY mencapai lebih dari 521.000 yang tersebar di kabupaten dan kota. Tetapi dari jumlah tersebut hanya sebagian kecil saja yang memanfaatkan teknologi, baik dalam usaha marketing maupun produksi.
Hal ini dibahas dalam diskusi daring Pemanfaatan IT dalam Mendukung UMKM Berdaya Saing, Jumat (20/3/2021) sore. Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengatakan, berdasarkan data BPS, jumlah UMKM di DIY tercatat 521.011 yang didominasi nonpertanian dengan angka 98,7%. Dari jumlah itu terdiri atas Sleman 140.395 UMKM, Bantul 138.332 UMKM, Gunungkidu 111.655 UMKM, Kota Jogja 66.575 UMKM dan Kulonprogo ada 64.054 UMKM.
Mereka menghadapi sejumlah persoalan seperti gagap teknologi, kurang inovasi, modal terbatas hingga tidak memiliki badan hukum. "Bahkan ada sekitar 87,22 persen UMKM di DIY ini yang tidak menjalin kemitraan lalu 97,67 persen tidak berbadan hukum," katanya.
Baca juga: Aplikasi Mandiri Online Error, CS Sarankan Begini
Ia menambahkan sebagian besar jumlah UMKM tersebut tidak menggunakan teknologi. Padahal di era saat ini teknologi sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM agar memiliki daya saing. Mereka lebih mengedepankan penjualannya secara manual, terbukti ada 90,96% UMKM di DIY ini tidak menggunakan komputer dalam usahanya.
"UMKM di DIY yang memakai komputer hanya sekitar 9 persen, yang tidak menggunakan internet bahkan mencapai 81,66 persen," ujarnya.
Politikus PKS ini mencontohkan sebuah pabrik mie di Bantul yang sangat legendaris dan banyak peminatnya, hingga saat ini masih menggunakan cara tradisional sehingga hasil produksinya terbatas dan tidak memiliki pengeringan akibatnya terkendala saat musim hujan. Ia meyakini, jika usaha kecil ini mendapatkan dukungan teknologi, maka hasil produksinya banyak dan kualitasnya bisa dipertahankan. Oleh karena itu ia mendorong agar UMKM lebih percaya diri untuk melakukan komunikasi dengan perguruan tinggi yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan teknologi UMKM.
Baca juga: 40 Unit GeNose Akan Disebar di Jawa Tengah
"Mie lethek yang di Bantul ini luar biasa, banyak peminat, tetapi produksinya masih menggunakan tradisional, digiling dengan tenaga sapi. Dijemur dengan matahari, kalau musim hujan mereka menemui kendala," ujarnya.
Pendiri Rumah Mesin Mashuri menyatakan dalam pengamatannya saat ini memang mulai banyak yang melakukan transaksi digital tetapi lewat marketplace. Tetapi jumlah masih tergolong sedikit dibandingkan keseluruhan UMKM di DIY yang mencapai ratusan ribu. Di sisi lain, UMKM yang menggunakan teknologi dalam pemasarannya, jarang yang secara khusus menggunakan website.
"Yang menggunakan teknologi ini mereka lebih banyak pakai marketplace, sehingga kadang dibajak oleh pembeli asing lalu diborong untuk dijual lagi. Padahal jika menggunakan website, dengan memanfaatkan SEO tentu produknya akan terlacak di google," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal SIM Gunungkidul Rabu, 21 Oktober 2026, di Toserba Sambipitu, lengkap dengan lokasi layanan lain dan syarat perpanjangan SIM.
Bareskrim Polri menangkap empat orang dalam kasus dugaan judi online Boxkia.com. Penyidik menelusuri transaksi dan aliran dana situs tersebut.
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra mewaspadai kolektivitas dan pertahanan Persik Kediri yang baru kebobolan tiga gol dalam lima laga.
DPRD Kota Jogja mengawal anggaran pendidikan dan kesehatan 2027 serta mendorong penambahan layanan jantung dan cuci darah di RS Pratama.
Yusril Ihza Mahendra mendorong reformasi UU Tipikor untuk membedakan risiko bisnis dengan korupsi dan menyelaraskan aturan dengan standar UNCAC.
BI mewaspadai dampak El Niño terhadap inflasi pangan yang mencapai 5,03% pada September 2026. Beras, cabai, dan bawang merah menjadi perhatian.