Dinas Kebudayaan Kota Jogja Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman

Lomba Cerdas Cermat Permuseuman yang digelar oleg Dinas Kebudayaan Kota Jogja. - Ist.
24 Maret 2021 07:37 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kota Yogyakarta menyimpan banyak jejak-jejak peristiwa sejarah dari masa pra aksara hingga  masa kontemporer. Berbagai jejak peristiwa sejarah terekam dalam beberapa peninggalan benda-benda bersejarah di masa lalu. Melalui benda-benda ini pengkajian sejarah kota Yogyakarta dapat ditelusuri dengan dijadikan sebagai salah satu referensi sumber sejarah. Pendayagunaan koleksi benda-benda sejarah sebagai salah satu sumber sejarah didukung dengan berdirinya berbagai museum di kota Yogyakarta. Seperti yang kita ketahui, ada  Museum Kareta, Museum Dr.Yap, Museum Sandi, dan masih banyak lagi.

Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) menggelar LCC (Lomba Cerdas Cermat) Kebudayaan (Permuseuman) untuk siswa SMP/MTS Kelas VIII Kota Yogakarta, pada  22-23 Maret 2021.

“Museum, sejarah dan kebudayaan adalah materi dalam lomba ini. Kegiatan diikuti oleh siswa-siswi SMP/MTS Kelas VIII di Kota Yogyakarta. Teknis penyelenggaraan melalui dua babak yaitu babak penyisihan dan babak final. Babak penyisihan telah dilakukan secara daring pada Senin 22 Maret 2021, sedangkan babak final dilaksanakan secara langsung di The Alana Hotel pada 23 Maret 2021 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan ,” jelas Kepala Bidang Sejarah Permuseuman dan Bahasa Sastra Drs. Dwi Hana Cahya Sumpena.

Penyelenggaraan LCC yang bertempat di Alana Hotel ini bekerjasama dengan dengan akademisi, MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Sejarah Kota Yogyakarta, dan Forum Komunikasi Museum Kota. Mereka bertindak sebagai tim ahli pembuat soal lomba cerdas cermat ini.

Selain itu dihadirkan juga juri-juri kompeten. Tercatat beberapa nama hebat di bidangnya seperti Saryana dari MGMP Sejarah SMA  Kota Yogyakarta, Perwakilan Barahmus DIY Ki Bambang Widodo, dan akademisi kebudayaan H.Y Agus Murdyastomo. Acara ini juga akan dipandu oleh masterquiz Wijil Rahmadhani dan Febri Setyawan.

“Apresiasi positif dari berbagai sekolah tingkat SMP/MTS di Kota Yogakarta. Meski di masa pandemic antusias mereka sangat bagus. Peserta yang mendaftar cukup banyak.  Namun kami harus melakukan pembatasan untuk mematuhi protocol kesehatan yang berlaku,” lanjut Dwi Hana di ruang kerja.

Lomba ini merupakan upaya untuk menyebarluaskan  peran museum sebagai sarana edukasi dan rekreasi sejarah serta kebudayaan kepada masyarakat Kota Yogyakarta terutama bagi generasi milineal. Lewat kegiatan ini secara tidak langsung memotivasi anak-anak sekolah untuk mempelajari dan mengenal berbagai koleksi sejarah yang tersebar di museum-museum yang ada di kota Yogyakarta.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, S.Sos, MM mengatakan bahwa, museum merupakan salah satu sarana untuk menanamkan teladan nasionalisme dan patriotisme kepada generasi milineal. Melalui benda-benda koleksi museum, masyarakat terutama generasi milineal dapat menelaah mahakarya kebudayaan nenek moyang mereka serta merekonstruksi perjuangan para pahlawan dalam usahanya membangun bangsa Indonesia seperti sekarang. Seperti teladan yang pernah diungkapkan  oleh the founding father of Indonesia Ir. Soekarno bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.

 

Pihaknya berharap melalui lomba cerdas cermat kebudayaan (permuseuman) ini, pesan-pesan nilai sejarah dan budaya dapat dihayati dan diterapkan dalam kehidupan keseharian. Begitu pula menurutnya, lomba cerdas cermat  ini memberikan peluang kepada peserta untuk melatih jiwa kompetitif dan mengembangkan diri melalui kemampuan yang dimiliki. (*lrs*)

Keterangan Pemenang

Juara I dari Kelompok Dr. Yap yang beranggotakan Abhinaya Wiora Arkananta, Jasril Yudhaz Pratama, dan Nabila Citra Tiara Putri Wiharjo.

Juara II diraih oleh kelompok Museum Batik yang beranggotakan Marsha Anis Yumna, Devon Arya Mada, dan Taradipa Putri Hapsari.

Juara III diraih oleh kelompok Museum Vredeburg yang beraggotakan Elisya Efriani, Avellino Gala Adrishta, dan Ridho Fathurrahman.

Juara Harapan I diraih oleh Kelompok Museum Sandi yang beranggotakan Hikam Miftah Muhtadina Rosad, Galuh Noviana Dewi, dan Theodora Vega Amalia.

Juara Harapan II diraih Kelompok Museum Taman Pintar yang beranggotakan Gendhis Manis, Izzani Raudya Tuzzahra, dan Qiara Nazwa Arzetta.

Juara Harapan III diraih oleh Theresia Amaranggana Hayu Kendra Sari, Athalia Twinsaputri Leovita, dan Romeo Yusup Nur Iman.