Serpih Hidrokarbon Antar Aris Buntoro Jadi Doktor Pertama di FTM UPN VY

Suasana Sidang Terbuka Promosi Doktor di FTM UPN Veteran Yogyakarta, Jumat (26/3/2021) - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
26 Maret 2021 22:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Program Doktor (S3) Teknik Geologi Fakultas Teknil Mineral (FTM) UPN Veteran Yogyakarta melahirkan lulusan doktor pertama, Aris Buntoro, pada Sidang Terbuka Promosi Doktor di FTM UPN, Jumat (26/3/2021). Sidang terbuka ini merupakan kelanjutan dari sidang tertutup yang digelar 3 Maret lalu.

Aris berhasil mempertahankan disertasi berjudul Pemodelan Frakabilitas Serpih Hidrokarbon Formasi Brownshale pada Dalaman Bengkalis Cekungan Sumatera Tengah di hadapan para penguji seperti Abdul Haris, Jatmiko Setiawan, Basuki Rahmat dan Promotor C. Prasetyadi, masing-masing Co-Promotor Ricky Adi Wibowo dan Suranto (Dekan FTM). Sidang digelar dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Selain digelar secara luring, sidang juga disiarkan secara daring.

Dalam disertasinya, Aris menjelaskan dalam tahap produksi serpih hidrokarbon dengan permeabilitas yang sangat rendah diperlukan analisis mendalam tentang mekanisme yang mengatur perekahan hidrolik. Ini untuk membuka rekahan sehingga rekahan tersebut terhubung untuk memungkinkan aliran fluida hidrokarbon secara maksimal.

Penelitian ini didedikasikan untuk membangun model frakabilitas serpih hidrokarbon sebagai dasar untuk perencanaan kombinasi posisi sumur horizontal dengan multi-stage hydraulic fracking secara optimal berdasarkan korelasi analisis geomekanik dan mineralogi. "Karena tidak tersedia data in-situ core, maka dalam penelitian ini menggunakan data shale core dan shale sample dari outcrop analog [surface], dan data dari sumur [sub-surface] yang menembus formasi Brownshale [well log & drill cuttings] sebagai model," katanya.

Ia mengambil penelitian studi kasus serpih hidrokarbon formasi Brownshale pada Dalaman Bengkalis dengan pertimbangan Indonesia saat ini memiliki potensi serpih hidrokarbon yang sangat besar. "Cekungan Sumatra Tengah memiliki potensi terbesar, terutama dari formasi Brownshale dari kelompok pematang sebagai source rock utama di Sumatra Tengah," ujarnya.

Menurut Aris, source rock tersebut tersebar pada beberapa dalaman (Trough), mulai dari Balam, Rangau, Kiri, Aman, dan Bengkalis. Dalaman Bengkalis sendiri mempunyai arca yang paling luas dibandingkan dengan dalaman yang lainnya, sehingga dipilih sebagai target penelitian.

Menurut Aris, karena penelitian yang berkaitan dengan sumber daya migas nonkonvensional (MNK), maka studi kasus pemodelan frakabilitas serpih hidrokarbon formasi Brownshale, Kelompok Pematang, Dalaman Bengkalis, Cekungan Sumatra Tengah dapat digunakan sebagai model untuk pengembangan serpih hidrokarbon di Indonesia.

Aris pun mengusulkan perlu penelitian lebih lanjut terkait dengan sifat ketidakpastian dari analisis mekanika batuan yang digunakan dalam pemodelan frakabilitas. Alasannya, inversi acoustic impedance (AI) yang dibangun dalam penelitiannya masih dalam skala formasi Brownshale, di mana sudah dapat dilakukan prediksi brittle dan nonbrittle area secara umum, yang mendukung persebaran lateral fracable zone interval.

Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Muhammad Irhas Effendi mengatakan Aris merupakan lulusan pertama doktoral S3 di UPN. Hebatnya lagi, Aris mampu menyelesaikan studinya selama tiga tahun sehingga diharapkan mampu menginspirasi anak-anak muda untuk selalu bersemangat menyelesaikan studi. "Saya sangat bangga. Inilah lulusan pertama program doktoral yang akan memperkaya orang perminyakan di ranah geologi. UPN juga mampu melahirkan doktor," katanya.