Kiai dan Pengasuh Ponpes di Bantul Mulai Divaksin Covid-19

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwir, K.H. Haidar Muhaimin menerima vaksin Covid-19 pada Rabu (31/3/2021) di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak-Harian Jogja - Catur Dwi Janati
31 Maret 2021 13:27 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Bantul menjadi daerah pertama di DIY yang melakukan vaksinasi kepada pengajar pondok pesantren. Bahkan sejumlah pengajar pondok di luar Bantul pun ikut divaksinsasi oleh Dinkes Bantul.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo menerangkan sebanyak 200 pengajar dan pengasuh pondok pesantren di Bantul menjadi target sasaran vaksin kali ini.

Pelaksanaan vaksin dimulai pada Rabu (31/3/2021) di Pondok Pesantren Al-Munawwir. Tidak hanya menjaring para kiai dari pondok pesantren di Bantul, sejumlah kiai dari luar Bantul pun turut mengikuti vaksin atas pengajuan masing-masing daerah. "Ada 33 kiai dari luar Bantul juga yang kami laksanakan vaksin di sini. Total hari ini kami akan melaksanakan vaksin 200 orang meliputi kiai, nyai dan pengasuh pesantren," tuturnya pada Rabu (31/3/2021).

BACA JUGA: Jenazah Gusti Hadi Akan Dimakamkan di Kotagede

"Santri belum, belum pada tahapan santri. Simbolis untuk kiai pondok pesantren sambil jalan, tentu belum semua para pengasuh. Sembari berjalannya waktu kita akan jadwalkan lagi, karena pendataan terus berproses. Pendataan yang masuk baru ini, sehingga kita laksanakan dulu, nanti data berikutnya kita bertahap pelaksanaan berikutnya," tambahnya.

Kerentanan pendidik di pondok pesantren terpapar Covid-19 sebelumnya terlihat dari beberapa kasus pengasuh pondok yang terkonfirmasi positif. Namun para kiai yang mengikuti vaksin saat ini telah lolos skrining, termasuk variabel dinyatakan sembuh dari Covid-19 tiga bulan lalu.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menuturkan kiai, nyai, pengasuh pesantren merupakan tokoh yang memiliki kerentanan. "Rentannya itu karena sering berhadapan dengan banyak orang, mengajar santri tiap hari, menerima tamu dari mana-mana, masih ngisi pengajian keluar pondok, keluar rumah. Ini kan berisiko tinggi. Maka Pemkab Bantul memprioritaskan para kiai, ustaz, nyai, sebagai kelompok yang harus divaksin lebih dulu," terangnya.