Adik Kandung Raja Jogja, Gusti Hadiwinoto Dimakamkan di Kotagede

Ilustrasi karangan bunga - Ist
01 April 2021 21:07 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Puluhan pelayat melepas pemberangkatan jenazah adik kandung Raja Kraton Jogja Sri Sultan HB X, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hadiwinoto untuk dimakamkan di Pemakaman Hastorenggo, Kotagede, Yogyakarta, Kamis (1/4/2021).

Pemberangkatan jenazah KGPH Hadiwinoto atau akrab disapa Gusti Hadi dilakukan di rumah duka di Jalan Kenari Gang Tanjung VII UH, Umbulharjo, Kota Yogyakarta diiringi keluarga, kerabat, serta sejumlah abdi dalem Kraton.

Kendati Raja Kraton Yogyakarta yang juga Gubernur DIY Sri Sultan HB X tidak tampak hadir, tiga putri Sultan yakni GKR Mangkubumi, GKR Hayu, dan GKR Condrokirono ikut melepas jenazah pamannya itu.

Adik Sri Sultan HB X, GBPH Yudhaningrat mengatakan, jenazah Lurah Pangeran Kraton Yogyakarta itu dikebumikan di sebelah pusara istri GBPH Prabukusumo di Pemakaman Hastorenggo, Kotagede.

BACA JUGA: Perbedaan Belajar Tatap Muka Terbatas dengan Keadaan Normal

Menurut Yudhaningrat, pemilihan lokasi pemakaman itu berdasarkan keinginan Gusti Hadi sendiri.

"Ini sebetulnya yang buat Mas Hadiwinoto, kalau putra-putra [Sri Sultan HB IX] meninggal lebih gampang di sini. Dari pada di [Pemakaman] Imogiri karena kalau Imogiri harus pakai jarik," kata dia saat ditemui di Pemakaman Hastorenggo.

Di mata keluarga, menurut Yudhaningrat, mendiang Gusti Hadi merupakan sosok yang mengayomi karena memiliki posisi sebagai lurah pangeran sekaligus Penghageng Tepas Panitikismo atau lembaga yang mengelola pertanahan Kraton.

"Beliau sangat sabar dan bijaksana menanggapi segala sesuatu permasalahan yang ada di Kraton," kata dia.

Sementara itu, Putri sulung Sri Sultan HB X, GKR Mangkubumi mengatakan ketidakhadiran Sri Sultan HB X dalam pemberangkatan jenazah Gusti Hadi mempertimbangkan faktor usia.

Mengingat saat ini masih masa pandemi, menurut Mangkubumi, ayahandanya ingin menjaga agar tidak memunculkan klaster baru penularan COVID-19 dalam pemberangkatan pemakaman adiknya itu.

"'Ngarso dalem' [Sultan HB X] menjaga, karena beliau lansia dan menjaga agar tidak terjadi klaster baru, mengingat ini masih pandemi. Saya sama adik-adik juga tidak sampai makam, gantian kita di hari berikutnya. Ya semaksimal mungkin kita menjaga," kata Mangkubumi.

KGPH Hadiwinoto meninggal dalam usia 72 tahun pada Rabu (31/3/2021) di RSUP Dr Sardjito pukul 08.13 WIB karena serangan jantung. Ia merupakan putra ketiga Sri Sultan HB IX dan KRAy Widyaningrum.

Sumber : Antara