Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman Hampir 90%, Pengaspalan Segera Dimulai
Progres konstruksi Tol Jogja-Solo segmen Trihanggo-Junction Sleman mendekati 90%. Rigid pavement rampung dan pengaspalan mulai dikerjakan.
Foto ilustrasi. /Solopos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, BANTUL - Pemkab Bantul resmi mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan ibadah selama bulan ramadan. Berbeda dengan tahun sebelumnya, sejumlah aktivitas di bulan ramadan kembali diperbolehkan meski dengan catatan.
Sekretaris Daerah Bantul, Helmi Jamharis menyampaikan berbagai aturan tentang pelaksaan kegiatan di bulan ramadan telah diterbitkan. Secara resmi aturan tersebut tertuang dalam SE No.452/01184/Hukum tentang pelaksanaan ibadah ramadan dan perayaan hari raya Idul Fitri tahun 1442 Hijriyah/Tahun 2021 Pada Masa Bencana Non-alam Covid-19 yang telah ditanda tangani Bupati Bantul pada Selasa 6 April 2021.
"Jadi yang pertama kan di bulan suci ramadan umat Islam wajib melaksanakan ibadah. Kedua untuk kegiatan salat Tarawih itu tetap diperbolehkan dengan catatan menjaga protokol kesehatan. Sehingga di semua takmir diharapkan membentuk gugus tugas," terang Helmi.
BACA JUGA :Soal Ibadah Berjemaah saat Ramadan, Begini Kata Kemenag Sleman
Secara garis besar berbagai pelaksanaan kegiatan di bulan ramadan diperbolehkan dengan mempertimbangkan prokes. Helmi menjelaskan takmir harus menyediakan sarana prasarana yang dibutuhkan untuk cuci tangan, untuk memgukur suhu dan sebagainya.
"Menyediakan thermo gun, meyediakan hand sanitizer, kemudian juga pembentukan safnya disesuaikan dengan prokes dengan memberlakukan jarak antara jemaah satu dan lain," tandasnya.
Dalam SE dijelaskan pelaksanaan ibadah selama ramadan didasari zonasi masing-masing RT. Untuk zonasi hijau dan kuning, salat tarawih, salat Idul Fitri, takbir keliling dapat dilaksanakan dengan memperhatikan prokes serta hanya untuk warga di lingkungannya masing-masing.
Sementara untuk zonasi oranye dan merah, kegiatan di masjid dan musala hanya boleh diikuti 50 persen dari kapasitas maksimal. Pengajian yang mengundang penceramah dari luar dan mengundang banyak peserta pun tidak diizinkan pada zona ini, kecuali dilaksanakan secara daring. Safari tarawih dan takbir keliling pun tidak dilakukan di zona oranye maupun merah.
BACA JUGA : Harga Rawan Melambung, 4 Komoditas Ini Jadi Sorotan di Jogja Jelang Ramadan
Disebutkan Helmi SE akan segera disebarkan di daerah setelah resmi ditandatangani Bupati Bantul. "SE semoga hari ini sudah disebar, karena itu hasil rapat forkompimda kemarin," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres konstruksi Tol Jogja-Solo segmen Trihanggo-Junction Sleman mendekati 90%. Rigid pavement rampung dan pengaspalan mulai dikerjakan.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.