P3I Kecam Promosi Vape Libatkan Anak, Desak Penegakan Hukum
P3I mengecam dugaan eksploitasi anak dalam promosi vape TAZELAB dan mendesak aparat menindak tegas pelanggaran etika serta hukum.
Salah satu sudut Green House di SMA N 1 Turi, Sleman sebagai tempat pembibitan tanaman jenis sayuran. /Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, SLEMAN--SMA Negeri 1 Turi Sleman menjadi salah satu sekolah yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Sekolah ini menggalakkan program berbasis ramah lingkungan mulai dari pembuatan hutan mini, pengolahan sampah hingga green house untuk menanam berbagai jenis sayuran di lingkungan sekolah.
Kepala SMA N 1 Turi Sleman Mujiyono menjelaskan sekolahnya masuk dalam program sekolah adiwiyata menuju tingkat DIY di 2021. Oleh karena itu bersamaan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 secara khusus mengangkat tema tentang Merti Bumi Kareben Ngerti lan Migunani sebagai bentuk kepedulian seluruh sistem persekolahan terhadap lingkungan, yang digelar Rabu (7/4/2021). Kegiatan itu dihadiri oleh Muspika Kapanewon Turi, Sleman. Salah satu rangkaiannya berupa penggalakan hutan mini di lingkungan sekolah yang ditanami beragam jenis tanaman buah agar para siswa termotivasi untuk merawat.
"Yang ditanam di hutan mini tanaman buah karena orientasinya tidak sekedar menjadi perindang tetapi bisa berbuah, bermanfaat dan bisa dirawat oleh siswa. Sehingga tidak sekadar tanaman penghijauan saja," katanya Rabu (7/4/2021).
Baca juga: Pemkab Sleman Pastikan Penyaluran BBM dan Elpiji di Kawasan Wisata Kaliurang Aman
Ia menambahkan hutan mini ini diharapkan mampu menyuplai oksigen sehingga udara di lingkungan sekolah menjadi lebih segar. Selain itu, hutan mini juga sebagai konservasi air, sehingga air hujan bisa dipanen atau diserap ke tanah melalui pepohonan.
"Keberadaan pepohonan ini bisa bermanfaat untuk laboratorium alam sebagai tempat observasi dan percobaan, serta sebagai tempat diskusi, rekreasi karena ada perindangnya," katanya.
Adapun kegiatan bersama masyarakat dan lembaga terkait antara lain membersihkan saluran air, sungai, menanam pohon di luar sekolah. Selain menggalakkan hutan mini sebagai komitmen sekolah adiwiyata, SMA N 1 Turi juga memiliki tempat khusus untuk pengolahan sampah. Khusus untuk sampah organik diolah menjadi kompos melalui peralatan dan perangkat yang sudah tersedia di bagian belakang kompleks sekolah. Kemudian hasil dari kompos dipakai sebagai pupuk tanaman di sekitar sekolah. Menariknya sekolah ini memiliki green house yang digunakan sebagai pembibitan beragam jenis sayuran, kemudian dari pembibitan ditanam di lahan sekitar lingkungan sekolah.
"Melalui tema lingkungan ini prinsipnya kami ingin mengajak para siswa untuk lebih sadar dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya," kata Ketua Panitia HUT ke-30 SMAN 1 Turi Sleman Heri Untoro.
Baca juga: Jumlah Anak di Bantul yang Menikah Dini Memprihatinkan, Ini Datanya
Kepala Balai Pendidikan Menengah Sleman Priyo Santoso mengapresiasi kepedulian SMA N 1 Turi Sleman terhadap lingkungan. Keberadaan hutan mini di lingkungan sekolah akan memotivasi seluruh siswa untuk terus menjaga lingkungan.
"Ini sangat sesuai dengan kesiapan sebagai sekolah adiwiyata. Selain itu hutan mini akan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Selain untuk konservasi, suasana sekolah akan menjadi lebih asri," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
P3I mengecam dugaan eksploitasi anak dalam promosi vape TAZELAB dan mendesak aparat menindak tegas pelanggaran etika serta hukum.
Indonesia mengirim 11 wakil ke Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 di New Delhi. Jonatan Christie, Putri KW, dan Fajar/Fikri jadi andalan.
Google akan menghentikan Google Assistant pada 4 September 2026 dan menggantinya dengan Gemini sebagai asisten utama di Android.
Bantul menetapkan Sriharjo dan Guwosari sebagai Kalurahan Mandiri Budaya serta 12 kalurahan sebagai Rintisan Budaya untuk memperkuat pelestarian budaya lokal.
Irish Bella mengumumkan kehamilan anak pertamanya dengan Haldy Sabri melalui unggahan foto USG di media sosial.
RSA UGM memeriksa perawat berinisial DPA melalui Tim Etik dan Hukum setelah diduga melontarkan komentar tidak berempati terhadap pasien BPJS di media sosial.