PMI Gunungkidul Siapkan Donor Darah Mobile Jaga Ketersediaan Stok
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Foto Ilustrasi Lapas./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, WONOSARI – Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II B Yogyakarta di Wonosari melakukan operasi untuk antisipasi peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di area lapas, Selasa (6/4/2021).
Meski demikian, hasil operasi tidak menemukan barang-barang yang jadi incaran karena petugas hanya menemukan benda-benda seperti cermin, tali rafia, peniti, cairan pembersih lantai, hingga kawat logam.
Kepala Lapas Kelas II B Yogyakarta Ade Agustina mengatakan, penggeledahan dilakukan bersama jajaran Polres Gunungkidul, Kodim 0730/GK dan BNNP DIY. Pemeriksaan ini sebagai antisipasi adanya peredaran narkoba didalam lapas. Setiap ruangan di dalam tahanan dilakukan pemeriksaan secara mendetail.
BACA JUGA : Puluhan Napi Lapas Kelas II B Wonosari Bebas Bersyarat
Meski demikian, petugas dari tim gabungan tidak menemukan barang haram ini. Kendati demikian, ada barang-barang lain yang dianggap terlarang sehingga dilakukan pengamanan.
“Narkoba memang tidak ada, tapi kami menemukan barang-barang lain seperti cermin, tali rafia, peniti, cairan pembersih lantai, hingga kawat logam. Ada juga batu baterai hingga obat-obatan medis yang dimiliki warga binaan,” kata Ade, kemarin.
Meski tidak termasuk sasaran dari operasi, namun barang-barang yang ditemukan tetap disita. Hal ini dikarenakan, benda-benda itu berpotensi dijadikan sebagai alat untuk berbuat kekerasan. “Jadi untuk antisipasi, kami amankan barang-barang yang telah ditemukan,” katanya.
Menurut Ade penggunaan obat untuk keperluan medis tidak dilarang, namun rawan disalahgunakan oleh warga binaan. “Boleh meminumnya, tapi tidak boleh menyimpan. Sebab, obat tersebut tetap kami berikan, namun diawasi penggunaannya agar tetap sesuai fungsi dan dosisnya,” katanya.
BACA JUGA : Menderita Tumor Rahang, Seorang Napi di Rutan Kelas IIB
Kepala Seksi Pengawasan Tahanan dan Barang Bukti BNNP DIY, Haryadini Wulandari mengatakan, antisipasi peredaran narkoba didalam lapas sangat penting. Pasalnya, ada penghuni lapas yang memiliki riwayat sebagai pelaku penyalahgunaan narkoba.
“Ini yang perlu diwaspadai. Bukan tidak mungkin mereka bisa mempengaruhi rekan-rekannya yang lain di lapas,” katanya.
Haryadini berharap kepada petugas Lapas Perempuan Kelas II B Yogyakarta tetap meningkatkan pengawasannya terhadap para warga binaan, meski pada saat razia tidak ditemukan benda-benda yang berbahaya.
“Petugas harus lebih teliti dan jeli dalam memeriksa barang-barang yang masuk ke lapas sebagai langkah antisipasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.