Pemkab Sleman Bertekad Cetak 1.000 Petani Milenial

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, Heru Saptono saat panen perdana hasil pertanian petani milenial, Senin (12/2021)-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak
12 April 2021 21:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemerintah Kabupaten Sleman menargetkan sebanyak seribu orang petani milenial lahir di Bumi Sembada hingga 2024 mendatang. Hingga kini di Sleman baru terdapat sebanyak 294 petani milenial.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, Heru Saptono mengatakan upaya untuk melahirkan petani milenial akan terus dilakukan. Saat ini sudah lahir sebanyak 294 petani milenial di Sleman. "Kami targetkan terbentuk sebanyak 1.000 petani milenial pada tahun 2024. Kami berharap target ini bisa terpenuhi dengan lebih cepat," kata Heru di sela panen perdana hasil pertanian petani milenial, Senin (12/4/2021).

Lahan pertanian seluas 1,5 hektare tersebut berada di demonstration ploting (demplot) seluas 1,5 hektar di utara area Rumah Dinas Bupati Sleman. Panen perdana di lahan 1,5 hektar dari total lahan seluas 4 hektar merupakan salah satu demplot yang diinisiasi oleh Bupati Sleman untuk dijadikan sebagai sekolah tani. “Jadi nanti petani milenial bisa belajar disini untuk menekuni bidang pertanian,” kata Heru.

Menurut Heru, secara batasan usia petani milenial berusia antara 19 hingga 39 tahun. Namun, katanya, ada klausul yang memiliki jiwa muda untuk kemudian bisa menjadi petani milenial. "Jadi usia 39 tahun itu tadi ada komanya, sehingga usia diatas 39 masih bisa disebut milenial karena punya semangat dan jiwa milenial," jelasnya.

Heru menambahkan, petani milenial selain menguasai bidang pertanian juga menguasai teknologi informasi. Seperti yang dilakukan pada acara tersebut, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan melakukan demonstrasi penyemprotan cabai menggunakan drone. "Ini sebagai motivasi bagi petani milenial bertani tidak harus menyentuh lahan tapi bisa melalui teknologi," jelasnya.

BACA JUGA: Hari Ini 11.716 Peserta Ikuti UTBK 2021 di UGM

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menjelaskan 1,5 hektar demplot yang digunakan tersebut untuk menanam berbagai komoditas pertanian. Seperti ketela rambat, bengkoang, cabai, melon, semangka, kacang panjang, bawang merah, kubis, nanas dan lidah buaya dengan sistem tumpangsari. Ia berharap keberadaan petani milenial bisa menjadi petani andalan Sleman.

"Melihat dari perkembangan saat ini, anak-anak muda kurang berminat pada sektor pertanian. Maka dari itu kami mendorong terbentuknya petani milenial untuk meregenerasi dan lebih memajukan pertanian," kata Kustini.