Tinggalkan Kulonprogo, Orangutan Ucokwati dan Mungil Naik Garuda Indonesia ke Kalimantan

Dua orangutan rehabilitasi Wildlife Rescue Centre (WRC) yang berlokasi di kapanewon Pengasih, Kulonprogo, Yogyakarta yakni Ucokwati berusia 17 tahun dan Mungil berusia 7 tahun tiba di Pusat Rehabilitasi Orangutan COP yang dinamai Bornean Orangutan Rescue Alliance (BORA) pada Sabtu (10/4/2021) lalu. - Ist/WRC Jogja
15 April 2021 03:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Dua orangutan rehabilitasi Wildlife Rescue Centre (WRC) yang berlokasi di kapanewon Pengasih, Kulonprogo, yakni Ucokwati berusia 17 tahun dan Mungil berusia 7 tahun tiba di Pusat Rehabilitasi Orangutan COP Bornean Orangutan Rescue Alliance (BORA), Kalimantan Timur, Sabtu (10/4/2021) lalu.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta M. Wahyudi mengatakan keduanya telah menempuh perjalanan dari Jogja sejak Kamis (8/4/2021) lalu. Sebelumnya, telah dilakukan persiapan baik administrasi, tes Kesehatan yang dilakukan bersama dengan mitra Wildlife Rescue Centre (WRC) Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY) dan Centre for Orangutan Protection (COP) untuk memastikan kesiapan satwa. 

Setelah proses persiapan rampung, selanjutnya dipersiapkan untuk proses pengangkutan menuju lokasi translokasi. Perjalanan dimulai sejak Kamis (8/04/21) dari Jogja menuju Bandar Udara Soekarno Hatta menggunakan pesawat udara dengan nomor penerbangan GA215, lalu pada tanggal Jumat (9/4/2021) dilanjutkan menuju Balikpapan dengan pesawat udara dengan nomor penerbangan GA560. 

"Proses translokasi kedua orangutan tersebut dilanjutkan dengan perjalanan darat dari Balikpapan menuju Berau," ujar M. Wahyudi pada Rabu (14/4/2021).

Baca juga: Putus Cinta & Sebar Video Mesum di Facebook, Mahasiswa Asal Sleman Terancam Penjara

M. Wahyudi menuturkan bahwa pihaknya menyambut gembira proses translokasi satwa ini. Besar harapannya satwa yang ditranslokasi yakni kedua orang utan tersebut bisa segera dilepasliarkan di habitatnya. 

“Terima kasih kepada Dirjen KSDAE dan Direktur KKH yang telah memberikan dukungannya sehingga proses translokasi satwa ke Pusat Rehabilitasi Orangutan – BORA, khususnya Bapak Dirjen KSDAE dan Ibu Direktur KKH yang telah mendorong Garuda Indonesia turut serta mendukung translokasi satwa dengan fasilitas kargo orangutan serta akses supervisi satwa di kargo dan tempat transit di Bandara," kata M.Wahyudi.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I, BKSDA Yogyakarta, Untung Suripto, menyatakan upaya translokasi orang utan WRC Jogja ke Kalimantan Timur menjadi upaya pertama kali. Saat ini masih tersisa lima orangutan yang direhabilitasi di WRC.

Manajer Wildlife Rescue Centre, Reza Dwi Kurniawan menjabarkan bahwa orangutan Ucokwati sebelumnya dievakuasi oleh BKSDA Jawa Tengah bersama COP dari sebuah restauran di Solo pada oktober 2011 silam. 

“Waktu itu Ucokwati bersama dengan 1 orang utan lagi bernama Joko. Karena keterbatasan fasilitas kandang di WRC Jogja pada saat itu, kami menyatukan mereka dalam satu kandang dan Ucokwati hamil tidak lama kemudian. Mungil merupakan anak dari Ucokwati yang lahir pada Mei tahun 2013,” kata Reza.

Baca juga: Menurut BMKG, Siklon Tropis Surigae Berkembang Jadi Topan Besok Lusa

Saat ini, di WRC tengah merehabilitasi 145 satwa liar termasuk jenis primata seperti orang utan, siamang, dan owa dan masih banyak jenis lainnya.

"Pada masa pandemi Covid-19 sangat berdampak pada pusat rehabilitasi WRC Jogja, namun tidak membuat kami untuk menyerah untuk menyelamatkan satwa liar yang membutuhkan bantuan, serta mengantarkan satwa-satwa untuk kembali kerumahnya,” kata Reza.