Polkesyo Berkontribusi Nyata Hadapi Pandemi Covid-19 di Indonesia

Direktur Polkesyo, Joko Susilo, memotong tumpeng dalam peringatan Dies natalies ke-20 Polkesyo, di Auditorium Graha Bina Husada, Polkesyo, Jumat (16/4/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
16 April 2021 19:47 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta (Polkesyo) genap berusia 20 tahun. Di usia yang kian dewasa, Polkesyo terus membuktikan kiprahnya, terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lebih dari setahun.

Mengangkat tema Terus Berkarya dan Berprestasi Di Tengah Pandemi, Dies Natalies ke-20 Polkesyo diperingati secara sederhana dan terbatas di Auditorium Graha Bina Husada Polkesyo, Jumat (16/4/2021). Peringatan ini digelar campuran secara luar jaringan (luring) dan dalam jaringan (daring).

Direktur Polkesyo, Joko Susilo menuturkan saat ini jajarannya tengah menyiapkan perkuliahan luring terbatas. “Kami menyiapkan infrastruktur dan protokol kesehatan supaya tidak terjadi lonjakan kasus. Sekitar 60 persen mahasiswa Polkesyo berasal dari luar daerah, maka harus dites, dikaji benar supaya tidak menjadi klaster persebaran Covid-19,” ujarnya.

Polkesyo saat ini memiliki enam jurusan dengan 17 program studi (prodi). Sebanyak empat prodi baru tengah diusulkan yakni Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Promosi Kesehatan (Promkes), Teknologi Bank Darah dan Analis Farmasi dan Makanan (Anafarma).

Sebesar 46% civitas academica Polkesyo yang sebagian besar mahasiswa saat ini ikut menjadi tim vaksinasi di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kesehatan untuk warga Jakarta. “Kami mengirim dua tim. Kami juga punya tanggung jawab instansional, yakni vaksinasi pada 20 dan 21 April,” ujarnya.

Pada 20 April digelar vaksinasi untuk warga Polkesyo dan kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat sesuai arahan Pemda DIY. Kemudian pada 21 April vaksinasi digelar untuk Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Satker Pusat di DIY sebanyak 400 orang. “Dari catatan Pemda DIY, poltekes punya vaksinastor terbanyak setelah RSUP Dr. Sardjito, yakni 46 vaksinator, sehingga kalau dibagi dalam kegiatan paralel masih memungkinkan,” katanya.

Selain itu, vaksinator di Polkesyo juga ikut melaksanakan vaksinasi di sejumlah sasaran seperti warga MMTC, pedagang Malioboro dan Kraton, warga Sleman dan DIY, tenaga ASN Pemda DIY, serta untuk tenaga pendidik.

Plt Kepala Badan PPSDM Kesehatan, Kirana Pritasari mengapresiasi Polkesyo dan institusi pendidikan lain yang mendukung pelayanan vaksinasi. “Kami punya target menyelesaikan 181 juta sasaran dalam setahun, sehingga harus tercapai laju kecepatan satu juta suntikan per hari,” katanya.

Hingga 15 April, vaksin yang telah disuntikkan sebanyak 16 juta dosis dengan ketercapaian target tenaga kesehatan 99,45%, petugas pelayanan publik 40,3% dan lansia 10%.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, mengapresiasi Polkesyo yang berkontribusi pada upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya di masa pandemi.

Selama pandemi, kolaborasi yang telah terjalin di antaranya dalam penyediaan SDM untuk testing, tracing dan treatment (3T) serta layanan vaksinasi massal. “Ke depan masih banyak tantangan, termasuk dibukanya pembelajaran luring, sehingga kami tetap berpesan protokol kesehatan dan berbagai penanganan Covid-19 dijaga dengan baik,” kata Pembajun.