Tiga Pasutri Berpotensi Ikut Perebutan Kursi Lurah di Gunungkidul
Tiga pasangan suami istri berpeluang bersaing dalam Pilur 2026 di Gunungkidul. Penetapan calon lurah dijadwalkan pada 8 September 2026.
Gubernur DIY, Sultan HB X saat meninjau lokasi penyulingan minyak kayu putih di Sedang Mole, Kalurahan Gading, Playen, Senin (19/4/2021). /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengingatkan untuk pengembangan industri minyak kayu putih harus melalui kajian yang matang. Hal ini disampaikan saat menghadiri peyulingan minyak kayu putih di Sedang Mole, Kalurahan Gading, Playen, Senin (19/4/2021).
Menurut dia, sebagai sektor industri, usaha ini harus memperhatikan aspek bisnis. Terutama untuk bisa meningkatkan kesejahteraan warga sekitar. “Jangan sampai rugi untuk pengembangannya. Oleh karenanya dihitung dengan benar karena akan berpengaruh dalam modifikasi usaha,” katanya.
Untuk pengembangan, Sultan mengaku tidak mempermasalahkan karena membolehkan tanah Sultan Grond ditanami kayu putih. Ia juga berharap ada partisipasi dari kalurahan memperbolehkan warga menggunakan tanah kas kalurahan untuk penanaman.
Baca juga: Nelayan Bantul Tak Berani Melaut karena Cuaca Ekstrem
“Kalau SG tinggal izin Condrokirono [Plt Paniti Kismo], tapi kalau kas kalurahan izinnya ke kalurahan. Saya harap tanahnya tidak hanya disewakan untuk perkantoran, tapi juga ada yang digunakan untuk pengembangan peningkatan kesejahteraan warganya,” katanya.
Sultan menegaskan bentuk dukungan juga diberikan dalam sewa tanah untuk pengelolaan dengan memberikan bantuan keuangan khusus. Kebijakan ini akan berlangsung selama tiga tahun pertama dalam proses penanaman.
“Tapi setelah tiga tahun, para petani harus berusaha sendiri. Saya kira, rentang waktu tersebut sudah mencukupi agar petani bisa mandiri,” ujarnya.
Penanaman kayu putih diperkirakan mencapai delapan bulan hingga memasuki masa panen. Menurut Sultan HB X, jangka waktu ini termasuk lama sehingga ada potensi lahan dikembangkan penanaman tumpangsari. “Jadi sambil menunggu bisa tetap mendapatkan hasilnya sampai tanaman kayu putih bisa dipetik,” katanya.
Baca juga: Gawat! Ada Dugaan Pungli Program Indonesia Pintar di Bantul
Dirjen Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup, Wiratno mengatakan, kapasitas produksi minyak putih per tahunnya mencapai 3.000 ton per tahunnya. Jumlah ini belum mencukupi kebutuhan produksi di Indonesia sehingga harus mengimpor minyak ekaliptus untuk mendukung dalam pemenuhan kebutuhan dalam negeri.
“Untuk pengembangan yang lebih baik harus ada penanaman yang lebih luas hingga pemilihan bibit unggul,” katanya.
Menurut dia, pengembangan juga harus didukung adanya teknologi pengolahan sehingga produksi bisa dimaksimalkan. “Kami berharap ada peran dari KPH dalam upaya peningkatan kapasitas produksi ini,” katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Kuncoro Cahyo Aji mengatakan, kapasitas produksi minyak kayu putih masih bisa ditingkatkan. Hingga sekarang, luas lahan yang ditanam 3.600 hektare dengan melibatkan sekitar 12.000 sumber daya manusia. “Kami akan kembangkan tanaman minyak kayu putih di kawasan perbukitan Seribu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga pasangan suami istri berpeluang bersaing dalam Pilur 2026 di Gunungkidul. Penetapan calon lurah dijadwalkan pada 8 September 2026.
Spider-Man: Brand New Day tembus 1 juta penonton di Indonesia dalam 2 hari. Rekor pembukaan terbesar 2026, menggeser The Odyssey. Simak sinopsis dan dampaknya!
PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia/IDX: PRDA), jaringan laboratorium klinik swasta terbesar di Indonesia, membukukan pendapatan sebesar Rp1,11 triliun
Residivis berinisial FAPP ditangkap polisi setelah mencuri puluhan bungkus rokok senilai Rp3 juta dari warung di Dlingo, Bantul, dengan modus berpura-pura menja
Anthropic menghentikan evaluasi keamanan siber setelah menemukan tiga insiden Claude yang sempat mengakses internet dan sistem nyata saat pengujian
UBS Global Wealth Report 2026 mencatat kekayaan dunia tumbuh 10,8 persen pada 2025. Swiss masih menjadi negara dengan rata-rata kekayaan tertinggi.