44 Orang dari 2 Ponpes di Kulonprogo Terinfeksi Corona

Ilustrasi. - Freepik
19 April 2021 16:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Dua pesantren di Kulonprogo tengah menjadi fokus perhatian gugus tugas penanganan Covid-19. Pasalnya, dari kedua pondok pesantren tersebut terjadi penularan Covid-19 yang cukup masif. Total kasus Covid-19 yang terjadi dari kedua pondok pesantren tersebut sebanyak 44 kasus positif.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo, Baning Rahayujati, mengatakan dua Pondok Pesantren yang tengah menjadi perhatian dari gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Kulonprogo yakni Pondok Pesantren Darul Karim di Kalurahan Bumirejo, Kapanewon Lendah, dan Pondok Pesantren Nurul Quran di Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo.

"Penambahan kasus yang cukup banyak dari Pondok Pesantren Daarul Karim, Bumirejo, Lendah, Kulonprogo. Dimana dari 48 anggota, 33 terkonfirmasi positif Covid-19. 16 sudah kami lakukan pemeriksaan dengan tes PCR. 17 lainnya melalui antigen. Hasilnya semuanya positif. Totalnya ada 33 orang," kata Baning pada Senin (19/4/2021).

BACA JUGA: Gara-gara Hajatan Mitoni, 29 Warga Playen Terinfeksi Covid-19

Lebih lanjut, 33 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 terdiri dari santri maupun pengasuh pondok pesantren. Saat ini, 33 orang tersebut tengah melakukan isolasi mandiri. Terlebih, kompleks pondok pesantren juga dilakukan penutupan untuk sementara.

"Isolasi mandiri dilakukan selama 14 hari ke depan. Kasus ini berawal sejak bulan April. Salah satu anggota atau anak asuh mengalami sakit dan gejala anosmia. Setelah dites ternyata dia sudah positif Covid-19 melalui tes antigen," kata Baning.

"Selanjutnya, dilakukan tes lanjutan dengan tes pcr kepada teman-temannya sehingga berlanjut kepada pengasuh ponpes. Ternyata banyak yang terkonfirmasi positif Covid-19," sambung Baning.

Berdasarkan penelurusan kontak erat yang dilakukan oleh gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Kulonprogo, diketahui bahwa pada minggu ketiga dan keempat bulan Maret memang ada kunjungan dari orang tua kepada anak-anaknya yang tinggal di asrama pondok pesantren.

"Ternyata, salah satu keluarga yang mengunjungi anak tersebut semuanya terkonfirmasi positif Covid-19," ujar Baning.

Sementara itu, kasus penularan Covid-19 juga terjadi di pondok pesantren Nurul Quran di Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo. Awalnya, sejumlah santri dilaporkan sakit. Bahkan, gejala anosmia diderita oleh sejumlah santri.

"Kami sedang melakukan pemantauan di Nurul Quran di Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo. Dilaporkan beberapa anak asuh di sana mengalami anosmia. 15 April kemarin, Puskesmas Kokap I sudah melakukan kunjungan dan ditemukan 65 anak yang juga bergejala," kata Baning.

Pemeriksaan kesehatan kemudian dilakukan oleh Puskesmas Kokap I. Pemeriksaan kesehatan dilakukan dengan metode PCR dan rapid tes antigen.

"Sudah dilakukan (pemeriksaan kesehatan) sementara, lima orang dilakukan tes PCR, hasilnya tiga diantaranya positif. 13 lainnya dilakukan rapid tes antigen, hasilnya delapan di antaranya positif antigen. Hari ini dan besok kami fokus melakukan tracing di Nurul Quran hargorejo kokap Kulonprogo," ujar Baning.

Masih tingginya kasus penularan di keluarga maupun masyarakat menunjukkan bahwa Covid-19 masih mengancam. Oleh karena itu, Baning mengimbau agar masyarakat senantiasa menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 secara disiplin di setiap aktivitas.

"Banyak orang-orang yang tidak bergejala baik di rumah maupun lingkungan. Kami imbau warga untuk terapkan tiga m. Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Aktivitas sehari-hari selalu memakai masker. Diharapkan, kalau sudah menerapkan protokol Covid-19, angka kasus Covid-19 di Kulonprogo bisa menurun," kata Baning.