Linmas & Jaga Warga Dilibatkan dalam Penegakan Prokes

Petugas Satpol PP meminta masyarakat tidak berkerumun di kawasan Titik Nol Kilometer, Kota Jogja, Kamis (31/12/2020) malam. - ANTARA FOTO/Luqman Hakim\\r\\n
21 April 2021 08:57 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY, Noviar Rahmad mengatakan Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X meminta bupati dan wali kota untuk melibatkan kelompok Jaga Warga dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dalam melakukan pengawasan protokol kesehatan.

“Wagub DIY sudah menyurati bupati dan wali kota agar menggerakan Linmas dan Jaga Warga untuk lebih aktif melakukan pengawasan protokol kesehatan,” kata Noviar Rahmad, Selasa (20/4/2021). Surat Wakil Gubernur tersebut dikirimkan kepada bupati dan wali kota pada 15 April lalu.

BACA JUGA : Muncul Sejumlah Klaster Covid-19 di DIY, Masyarakat Dinilai

Noviar mengatakan kelompok Jaga Warga dan Linmas tersebut dalam ketugasannya menjaga protokol kesehatan di masyarakat bekerjasama dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten, kapanewon atau kemantren, kalurahan atau desa, sampai tingkat pedukuhan. Menurut dia semakin banyak masyarakat yang aktif menjadi subyek penegakan protokol kesehatan akan semakin baik dan efektif.

Pihaknya sudah memberikan pembinaan kepada semua kelompok Jaga Warga sejak Januari lalu hingga April ini yang intinya untuk menegakan protokol kesehatan selama dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. “Meminta Jaga Warga ikut berperan aktif mengingatkan warga dalam rangka penegakan prokes,” tegas Noviar.

BACA JUGA : Ditemukan Banyak Pelanggaran Penerapan Prokes

Saat ini kelompk Jaga Warga baru terbentuk sebanyak 1.224 kelompok yang ada di pedukuhan. Jumlah tersebut akan terus ditambah sampai semua pedukuhan memiliki kelompok jaga warga. Sementara untuk Linmas saat ini sudah terbentuk di semua kalurahan yang setiap kalurahan terdapat 80-100 orang. Semuanya akan dilibatkan untuk mengawal PPKM berbasis mikro.

Dalam surat 443/7428, Paku Alam X atas nama ketua Satgas Penanganan Covid-19 DIY menginstrksikan bupati dan wali kota untuk dapat memerintahkan kelompok Jaga Warga agar dapat berperan aktif melakukan pengawasan penegakan protokol kesehatan pada Ramadan dan Idulfitri.

Tugas tersebut di antaranya melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan di masjid dan musala untuk zona hijau dan kuning mulai dari pengaturan jaga jarak, pemeriksaan suhu, tertib memakai masker, memastikan adanya tempat cuci tangan, ceramah maksimal 15 menit, dan melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala.

BACA JUGA : Warung & Kafe Pelanggar Prokes PPKM Bertebaran

Kemudian melakukan pengawasan di pasar takjil, pengawasan pada buka bersama dan sahur bersama, melakukan pengawasan pemeriksaan pemudik, memastikan pemudik sebelum tanggal larangan membawa hasil tes antigen, “Bagi yang terlanjur mudi agar dilakukan karantina selama lima hari dan wajib tes PCR dengan biaya masing-masing,” kata Paku Alam X dalam suratnya.

Poin selanjutnya adalah melakukan pengawasan saat Idulfitri dengan tidak membolehkan takbir keliling, salat Idulfitri dapat dilakukan di lapangan atau masjid dengan protokol kesehatan, halal bihalal tingkat pedukuhan atau RT tidak dianjurkan atau jika tetap dilksanakan harus dengan prokes ketat dan tidak ada jabat tangan

“Melaporkan kegiatan yang dilakukan oleh anggota Satlinmas dan Jaga Warga dalam PPKM Mikro setiap harinya dengan format terlampir yang ditujukan kepada Gubernur cq Kepala Satuan Polisi Pamong Praja,” kata Paku Alam