Sinkronisasi Kebijakan Diperlukan untuk Penanggulangan Bencana

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto (tengah) dan Kepala BPBD DIY, Biwara Yuswantana (kanan). - Ist.
27 April 2021 17:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Komisi A DPRD DIY mengingatkan pentingnya sinkronisasi kebijakan dari level kabupaten/kota hingga provinsi untuk penanganan benacan di wilayah DIY.

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menyatakan, sinkronisasi menjadi salah satu dari empat aspek penting dalam penanganan bencana. Dalam sinkronisasi ini nantinya perlu adanya komitmen yang kuat terkait anggaran penanggulangan bencana. DPRD DIY sepenuhnya mendukung dari sisi anggaran untuk berbagai program yang direncanakan eksekutif.

BACA JUGA : BPBD DIY Bagikan 1 Juta Masker

"Kami berkomitmen mendukung program kebijakan pencegahan, kesiapsiagaan, pendidikan, dan pelatihan bagi masyarkat agar tangguh menghadapi bencana,” kata Eko dalam rilisnya, Senin (26/4/2021).

Pemda DIY telah menyelesaikan 276 desa dan kelurahan tangguh bencana. Selain itu, membangun 106 satuan pendidikan aman bencana (SPAB). Ia mengingatkan pentingnya mulai dilakukan SPAB menjadi panduan dalam mitigasi bencana di berbagai lembaga dan sekolah sekolah.

Aspek lain yang mampu menempatkan DIY sebagai daerah tangguh bencana adalah melakukan kebijakan kesiapsiagaan bencana yang bertumpu kepada pendidikan masyarakat tangguh bencana. “Kita perlu menjadi referensi, mempelajari sejumlah bencana yang pernah terjadi,” katanya.

BACA JUGA : Antisipasi Gelombang Tsunami, Dinsos DIY & Tagana Tanam

Pada Senin (26/4/2021) diperingati sebagai hari Kesiapsiagaan Bencana, DPRD DIY menggelar acara simulasi kesiapsiagaan bencana  bersamaan waktu dengan berbagai instansi perkantoran baik pemerintah maupun swasta.

Kepala BPBD DIY, Biwara Yuswantana sepakat bahwa sinkronisasi kebijakan sangat penting sehingga penanganan bencana lebih terarah baik dalam hal pencegahan maupun penanganan kedaruratan.

“Penanggulangan keluarga sebaiknya dimulai dari tingkat keluarga. Keluarga harus mengetahui potensi bencana di lingkungan mereka hingga langkah yang perlu diambil ketika terjadi bencana,” katanya.