Kasus DBD Menurun, Dinkes DIY Imbau Tetap Waspada

Ilustrasi - Pixabay
28 April 2021 16:47 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Kesehatan DIY memastikan terjadi tren penurunan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) selama tahun ini. Namun demikian Dinas Kesehatan tetap meminta masyarakat untuk waspada pada musim pancaroba seperti ini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DIY, Berty Murtiningsih mengatakan data aksus DBD selama 2021 sampai Maret lalu tercatat ada 247 kasus, yang terdiri dari Jogja 13 kasus, Bantul 60 kasus, Kulonprogo 61 kasus, Gunungkidul 26 kasus, dan Sleman 87 kasus.

BACA JUGA : Dikategorikan Daerah dengan Kasus DBD Tinggi, Ini Data

“DBD 2021 relatif menurun jika dibandingkan periode yang sama 2020,” kata Berty, Rabu (28/4). Tren kasus DBD bulanan tahun ini pada Januari 101 kasus, Februari 71 kasus, dan Maret 75 kasus. sementara tahun lalu Januari 481 kasus, Februari 684 kasus, dan Maret 713 kasus.

Sementara kasus meninggal dunia tahun ini sebanyak dua orang dari Kulonprogo dan Jogja. Adapun selama 2020 angka meninggal dunia sebanyak 13 orang yang tersebar di Bantul empat orang, Kulonprogo tiga orang, Gunungkidul empat orang, dan Sleman dua orang.

Meski angka DBD turun, namun Berty berharap masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan, tetap melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan menjaga imunitas tubuh dengan pola makan dan istirahat yang cukup.

Imbauan senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie. Dia meminta puskesmas di setiap daerah tetap melakukan pemantauan kasus DBD meski terjadi tren penurunan. Sementara untuk masyarakat diminta menjaga pola hidup bersih dan sehat dan membiasakan 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk aedes aegyti.

BACA JUGA : Kasus DBD di Gunungkidul Menurun Drastis

Menurut Pembajun, kasus DBD sebenarnya kasus yang setiap tahun selalu ada namun terkadang masyarakat lenah dengan PHBS dan 3M, bahkan kota yang bagus PHBS-nya juga selalu ada kasus, “Menjaga lingkungan paling penting apalagi sedang masa pancaroba. Meski ada Covid-19 tapi DBD juga jadi perioritas lah,” kata Pembajun.