12 Mahasiswa MMTC Positif Covid-19 setelah Syuting Film

Foto ilustrasi: Vaksinator menyiapkan vaksin COVID-19 Sinovac dosis kedua sebelum disuntikan ke tenaga kesehatan saat Gebyar Vaksin COVID-19 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/2/2021). - ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
03 Mei 2021 21:27 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Belum reda klaster Jongke, saat ini muncul kembali klaster pendidikan di Sleman. Sebanyak 12 mahasiswa Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Jogja dinyatakan positif Covid-19.

Jumlah penyintas Covid-19 mahasiswa MMTC ini bertambah dua orang, setelah salah seorang mahasiswa yang terpapar virus Corona menginfeksi kedua orangtuanya. "Jadi total ada 14 orang yang positif, 12 orang mahasiswa dan dua orang wali dari salah seorang mahasiswa. Kalau nggak Kalasan, itu dari Pakem, saya lupa," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo, Senin (3/5/2021).

Dari 12 mahasiswa yang positif Covid-19, dua orang terlanjur kembali ke daerah asalnya. Satu mahasiswa dari Salatiga dan lainnya dari Bekasi. Dinkes Sleman pun sudah berkoordinasi dengan Dinkes dari daerah asal penyintas. Hal ini bertujuan untuk dilakukan tracing dan tracking. Keduanya diminta untuk melakukan pemeriksaan mandiri di daerah asal dan hasilnya positif.

Baca juga: Banyak Pelanggaran, Menag Minta Pengawasan Prokes di Rumah Ibadah Diperketat

"Nah yang dirawat di Asrama Haji ada delapan orang dan sisanya di asrama mahasiswa MMTC,"katanya.

Joko menjelaskan, klaster MMTC ini diduga muncul saat sejumlah mahasiswa mengikuti praktik produksi film. Produksi film digelar di luar MMTC sekitar tanggal 26 April. Namun pada 28 April, salah seorang mahasiswa merasakan demam dan kehilangan indra penciuman.

"Setelah diperiksa ternyata positif. Kontak erat kemudian diperiksa antigen dan PCR, hasilnya 14 positif termasuk orangtua salah seorang mahasiswa itu," kata Joko.

Joko mengakui ada kesulitan yang dihadapi untuk melakukan tracing klaster ini. Sebab selain MMTC belum membuka kelas luring, mahasiswa lebih suka bepergian sehingga Dinkes kesulitan melakukan tracking. "Hari ini sebenarnya kami koordinasi dengan MMTC, cuma karena salah seorang dosen ada kegiatan koordinasi baru bisa digelar besok (hari ini)," katanya.

Baca juga: Sultan Resah Klaster Corona Bermunculan, Ini Data Zona Merah di DIY

Terpisah Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan STMM MMTC adalah institusi pendidikan tinggi di bawah Kementerian Kominfo. Kominfo membenarkan bahwa per 3 Mei 2021, terdapat 12 mahasiswa STMM terpapar Covid-19.

"Paparan virus tersebut terjadi di luar lingkungan kampus karena aktivitas belajar/mengajar STMM dilakukan sepenuhnya secara daring," kata Dedy.

Pembelajaran daring tersebut didasarkan pada SK Ketua STMM Nomor 608 Tahun 2020, kegiatan perkuliahan di STMM dilaksanakan secara daring sejak tanggal 16 Maret 2020 hingga hari ini. "Saat ini, seluruh mahasiswa yang dilaporkan positif COVID-19 tengah menerima penanganan dari tenaga kesehatan dan sedang dalam masa karantina dengan rincian sembilan orang dikarantina di fasilitas kesehatan daerah dan 3 orang menjalankan isolasi mandiri," katanya.

Kominfo menghimbau seluruh tenaga pendidik, staf, dan mahasiswa STMM untuk memperketat penerapan protokol kesehatan dimanapun berada dan menuruti larangan mudik yang telah ditetapkan pemerintah untuk mengurangi risiko penularan COVID-19.