Lebaran Jadi Momen Bagi Pedagang Daging untuk Pulihkan Ekonomi

Ilustrasi. - Freepik
04 Mei 2021 07:47 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Mendekati lebaran penjualan daging sapi di Pasar Bantul terus alami peningkatan. Kendati belum menyamai omzet saat tidak ada pandemi, pedagang menanti-nanti momen lebaran guna pulihkan ekonomi.

Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Bantul yang menanti-nantikan momen lebaran adalah Suyati. Dituturkan Suyati memang terjadi penambahan jumlah penjualan selama ramadan. Meski kenaikan penjualan tak sampai menyamai penjualan saat sebelum pandemi.

"Ramadan ini kulaknya tambah bisa sampai 10 - 20 kilogram per harinya dari hari biasanya," sebutnya Senin (3/5/2021).

BACA JUGA : Selama Pandemi, Daging Sapi di Bantul Kurang Laku

Sudah diperbolehkannya pembagian takjil memang menjadi stimulus kenaikan penjualan daging sapi. Kendati demikian menurut Suyati pengadaan takjil belum sebanyak saat kondisi normal.

Suyati memprediksi kenaikan penjualan daging sapi akan terus meningkat mendekati lebaran. "Mendekati lebaran bakal naik permintaan, harganya naik juga," ungkapnya.

Pedagang daging Pasar Bantul yang juga menunggu momen lebaran ialah Fitri. Dituturkan Fitri, meski belum ada pemudik penjualan daging sapi memang sudah alami peningkatan sejak ramadan.

BACA JUGA : Harga Daging Sapi di Kulonprogo Stabil

"Lumayan ramai, kadang pukul 08.00 sudah habis. Saya belum berani nambah stok dagangan, cuma habisnya jadi makin cepat," jelasnya.

Selama ramadan Fitri bisa menjual daging sapi sampai setengah kuintal. Kenaikan harga pun terjadi pada lebaran tahun lalu sebesar Rp15.000 per kilogram, dari Rp120.000 per kilogram jadi Rp135.000 per kilogram. "Kalau puncaknya H-1 lebaran kemarin saya bisa habis 3,5 kuintal," tandasnya.

Fitri berharap lebaran tahun ini kenaikan penjualan daging sapi juga terjadi. Namun ia berharap harga daging bisa stabil, agar konsumen tidak pikir-pikir untuk membeli daging sapi.