Jelang Lebaran, Penjualan Pakaian Masih Lesu

Suasan los penjual pakaian di Pasar Bantul, Senin (3/5/2021). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati.
04 Mei 2021 08:47 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sepuluh hari jelang lebaran, situasi los-los pakaian di Pasar Bantul masih terpantau lengang. Belum ada kepadatan konsumen pakaian lebaran yang signifikan jelang hari raya.

Dari puluhan los pakaian di Pasar Bantul, tak semua los dihampiri oleh para pengunjung. Hanya satu dua los pakaian yang tengah lakukan transaksi atau sekedar didatangi pengunjung yang ingin melihat-melihat. Minimnya pengunjung membuat tak banyak los yang disatroni pengunjung.

BACA JUGA : Senangnya Angel Lelga, Dapat Baju dan Kue Gratis untuk 

Salah satu pedagang pakaian Pasar Bantul, Darojah, akui belum ada kenaikan signifikan dalam penjualan baju. Penurunan omzet penjualan terjadi sejak munculnya tren penjualan online. Situasi diperburuk dengan adanya pandemi dua tahun belakangan. "Masih biasa, agak sepi, biasa tidak ada peningkatan. Semenjak ada corona terus model online-online itu jadi sepi," tuturnya pada Senin (3/5/2021).

Bila situasi normal, penjualan pakaian menjelang lebaran bisa mencapai lebih dari 50 potong sehari dengan harga bervariasi. Sementara lebaran tahun lalu penjualan paling mentok sekitar 25 potong sehari.

"Hari-hari biasa pandemi paling 10-15 potong, kalau sepi banget ya delapan potong. Sepi banget," imbuhnya.

BACA JUGA : Bukan Gamis, Jelang Lebaran Ini Warga Lebih Banyak

Meski penjualan belum sebanding dengan kulakan, Darojah mengaku pasrah dengan situasi yang ada. Ia memprediksi penjualan pakaian baru akan meningkat sepekan jelang lebaran.

Masuk jauh lebih ke dalam Pasar Bantul, los pakaian milik Nur jauh alami kondisi yang lebih sepi. Sehari-harinya penjualan baju di los miliknya paling tiga sampai empat potong dan paling banter selusin.

Padahal bila kondisi normal, penjualan pakaian jelang lebaran bisa mencapai 30-40 potong per hari. "Sekarang belum ada. Tapi lebih parah tahun yang kemarin waktu awal-awal corona. Itu malah sering ngeblong," imbuhnya.