Sultan Berharap Tidak Ada Kenaikan Covid-19 di DIY Selama Idulfitri

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Selasa (3/11/2020). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
06 Mei 2021 18:27 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Gubernur DIY Sri Sultan HB X berharap tidak ada kenaikan signifikan kasus Covid-19 pada momen Idulfiri ini.

“Saya hanya punya harapan bagaimana tidak ada kenaikan [kasus Covid-19] yang signifikan dalam peristiwa nanti idulfiti di jogja,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Kamis (6/5/2021).

Sultan tidak menampik pasti ada pemudik yang lolos dari pantauan petugas. Misalnya ada pemudik yang tidak bawa surat keterangan apapun, keluar dari Jakarta lolos, kemudian masuk Jawa Barat lolos lagi, lalu masuk Jawa Tengah juga lolos, berarti masuk Jogja. Jika harus berputar balik bagaimana dan tinggal di mana. Sultan meminta Satgas harus menanggapi persoalan tersebut apakah diterima atau tidak.

Jika diterima harus dipastikan dalam kondisi sehat, alamat dan nomor teleponnya harus terdata dengan baik supaya mudah memantaunya. Pemudik yang datang atau lolos ke Jogja juga kemungkinan tidak hanya dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, namun juga dari luar Jawa yang kasus Covid-19 masih tinggi.

BACA JUGA: Kemenpan RB Minta Masyarakat Laporkan ASN yang Mudik Lebaran

Bagi pemudik yang lolos, Sultan berharap dapat terdata dengan baik oleh Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, misalnya harus karantina selama lima hari dengan biaya sendiri, kemudian di tes swab jika positif otomatis harus menjalani isolasi di selter. Selain itu yang paling penting pemudik yang lolos tahu alamat dan nomor telepon selularnya.

“Dia [pemudik] bisa kita kontrol lewat Jogja PASS, mungkin di rumah sendiri atau di hotel dimana pun yang penting terpantau.